TVRINews, Jakarta
Situasi geopolitik internasional yang terus berubah mendorong Komisi I DPR mengadakan rapat kerja terbuka bersama Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin dan Panglima TNI Agus Subiyanto, Selasa, 19 Mei 2026. Rapat berlangsung di Kompleks Parlemen DPR, Senayan, Jakarta, dan menjadi salah satu forum strategis untuk menilai risiko keamanan global terhadap Indonesia.
Selain Menhan dan Panglima TNI, pertemuan ini juga melibatkan Kepala Badan Intelijen Strategis TNI, Robi Herbawan, serta para kepala staf dari setiap matra. Seluruh jajaran hadir untuk memberikan analisis terbaru terkait perkembangan konflik di kawasan Timur Tengah.
Ketua Komisi I DPR, Utut Adianto, memutuskan rapat berlangsung secara terbuka setelah mendapat persetujuan forum.
“Atas persetujuan seluruh peserta, rapat ini resmi kami buka untuk umum. Transparansi menjadi bagian dari komitmen kami kepada publik,” ujar Utut saat membuka sidang, Selasa, 19 Mei 2026.
Dalam pemaparannya, Utut menekankan bahwa eskalasi konflik internasional kini memiliki dampak langsung terhadap sektor energi global. Ia memberi perhatian khusus pada jalur vital pergerakan minyak dunia.
“Selat Hormuz adalah titik yang sangat strategis. Sebanyak 20 persen suplai minyak dunia melintasi kawasan tersebut. Ketegangan di wilayah itu dapat memicu gejolak ekonomi internasional,” jelasnya.
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin dalam rapat ini menyambut positif keputusan untuk membuka pembahasan kepada masyarakat. Ia menilai langkah tersebut penting agar publik memahami arah kebijakan pertahanan negara.
“Keterbukaan ini sangat baik. Masyarakat perlu mengetahui bagaimana pemerintah menyusun langkah antisipatif dalam menghadapi dinamika global yang tidak menentu,” kata Sjafrie.
Lebih lanjut, Menhan menjelaskan bahwa kementerian dan TNI telah menerapkan strategi diplomasi pertahanan yang konsisten, termasuk menjaga stabilitas kawasan dan memperkuat kerja sama internasional.
“Sebagai instrumen pertahanan negara, kami menjalankan prinsip line of command dan unity of command. Namun itu tidak menutup ruang komunikasi dengan DPR sebagai representasi rakyat,” tegasnya.
Kabais TNI, Robi Herbawan, turut memberikan paparan mengenai perkembangan situasi di Timur Tengah serta implikasinya terhadap keamanan nasional.
“Kami terus memantau pergerakan eskalasi di titik-titik strategis, termasuk jalur distribusi energi. Setiap perkembangan kami analisis untuk menentukan langkah mitigasi,” ungkap Robi.










