TVRINews, Jakarta
Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) telah melakukan kolaborasi dengan Turki khususnya di bidang pendidikan tinggi, sains, teknologi, serta pengembangan industri strategis.
Di mana, hal tersebut dibahas dalam pertemuan antara Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto dengan Duta Besar Republik Turki untuk Indonesia Talip Küçükcan di Jakarta.
Menteri Brian menegaskan, bahwa kerja sama internasional merupakan bagian penting dari transformasi pendidikan tinggi Indonesia agar lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi global dan kebutuhan masa depan.
Lebih lanjut, ia menuturkan jika penguatan kolaborasi akan mencakup pengembangan pusat studi bersama, riset lintas negara, program pembelajaran bahasa dan budaya, hingga peningkatan kerja sama di bidang inovasi teknologi.
“Kami akan melakukan berbagai penyesuaian yang diperlukan untuk memperkuat kerja sama pendidikan tinggi, termasuk pengembangan pusat studi, program riset, pembelajaran bahasa dan budaya Indonesia maupun Turki, serta penguatan kolaborasi teknologi dan inovasi,” ujarnya kutip Selasa, 19 Mei 2026.
Selain itu, pada pertemuan tersebut juga menindaklanjuti Memorandum of Understanding (MoU) yang telah ditandatangani pada 12 Februari 2025 di Bogor antara Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI dan Council of Higher Education of Türkiye.
Kerja sama tersebut mencakup mobilitas mahasiswa dan dosen, riset bersama, pertukaran akademik, serta pengembangan program double degree dan joint degree.
Selain itu, kedua negara tengah mempersiapkan pembentukan Joint Working Group (JWG) sebagai forum implementasi kerja sama. Fokusnya mencakup berbagai bidang strategis seperti teknologi pertanian berkelanjutan, kesehatan, pertahanan, energi terbarukan, kecerdasan artifisial (AI), semikonduktor, digitalisasi, hingga pengelolaan bencana dan teknologi kelautan.
Kedua pihak juga membahas peluang pembentukan pusat riset vaksin bersama serta peningkatan jumlah dosen bergelar doktor (PhD) melalui program studi lanjut di Turki.
Saat ini, tercatat terdapat 431 kerja sama aktif antara perguruan tinggi di Indonesia dan Turki, yang meliputi pertukaran mahasiswa, konferensi ilmiah, riset kolaboratif, hingga pengembangan kurikulum. Sejumlah kampus seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Airlangga, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, dan Universitas Darussalam Gontor telah aktif menjalin kerja sama tersebut.
Duta Besar Turki menegaskan bahwa Indonesia merupakan mitra strategis penting dalam pengembangan pendidikan dan teknologi.
“Kita membutuhkan lebih banyak tenaga akademik bergelar doktor untuk memperkuat inovasi. Karena itu, kerja sama di bidang pendidikan tinggi menjadi sangat penting,” ujarnya.
Ia juga memperkenalkan Program Teknofest, sebuah ajang teknologi dan dirgantara di Turki yang melibatkan pelajar dan mahasiswa dalam inovasi teknologi, yang dinilai sejalan dengan penguatan ekosistem riset di Indonesia.
Pemerintah kedua negara berharap kerja sama ini dapat memperkuat daya saing pendidikan tinggi, sekaligus mendorong lahirnya inovasi yang berdampak langsung bagi pembangunan nasional.










