TVRINews, Semarang
Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah mendorong mahasiswa Universitas Negeri Semarang (UNNES) untuk berperan aktif sebagai penggerak ekonomi kerakyatan melalui program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Ajakan tersebut disampaikan dalam kegiatan Gerakan Literasi Perkoperasian bertema Arah Baru Generasi Muda Peduli Koperasi di Kampus UNNES, Semarang, Senin, 18 Mei 2026.
Farida menegaskan bahwa mahasiswa yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) memiliki peran penting sebagai penyambung informasi kepada masyarakat desa terkait program strategis nasional tersebut.
Ia menekankan bahwa pengelolaan potensi desa seharusnya dilakukan oleh masyarakat desa sendiri agar manfaat ekonominya kembali ke daerah setempat. Menurutnya, koperasi menjadi instrumen penting untuk mewujudkan pemerataan ekonomi dan keadilan sosial.
“Koperasi ini menjadi sarana untuk memastikan keadilan sosial dan pemerataan ekonomi, agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati kelompok tertentu,”kata Farida dalam keterangan tertulis, Selasa, 19 Mei 2026.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti, Rektor UNNES Martono, Deputi Bidang Pengembangan Talenta dan Daya Saing Koperasi Destry Anna Sari, serta jajaran Direksi LPDB.
Farida menjelaskan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih akan menjalankan sejumlah unit usaha dasar, seperti gerai sembako, klinik, apotek, hingga unit pembiayaan mikro untuk mendukung ekonomi masyarakat desa.
Ia juga menyampaikan bahwa pemerintah membuka rekrutmen manajer profesional untuk mengelola koperasi tersebut dengan standar kompetensi yang tinggi, baik secara kognitif maupun emosional.
“Kami menyiapkan sumber daya terbaik agar terjadi transfer pengetahuan kepada masyarakat desa,”ucapnya.
Sebagai alumni UNNES, Farida turut berpesan agar mahasiswa tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan di kota besar setelah lulus, tetapi juga kembali ke daerah untuk mengembangkan potensi desa melalui koperasi.
“Mahasiswa harus menjadi penggerak koperasi dan menyampaikan bahwa koperasi ini milik masyarakat, yang harus dimiliki, dijaga, dan dikembangkan bersama,”lanjutnya.
Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan bahwa pemerintah kota tengah menyiapkan program Waras Ekonomi sebagai upaya memperkuat integrasi sistem ekonomi lokal dan pemberdayaan UMKM berbasis koperasi.
“Kami sedang menyiapkan program Waras Ekonomi untuk memperkuat sistem ekonomi lokal dan siap berkolaborasi dengan UNNES,”ungkap Agustina.
Di sisi lain, Rektor UNNES Martono menekankan pentingnya revitalisasi peran koperasi di kalangan generasi muda sebagai entitas usaha berbasis kekeluargaan yang tetap harus dikelola secara profesional.
Ia mengingatkan bahwa prinsip kekeluargaan dalam koperasi tidak boleh disalahartikan hingga mengaburkan tata kelola usaha.
“Koperasi harus tetap dipahami sebagai entitas bisnis. Jangan sampai atas nama kekeluargaan, disiplin keuangan menjadi longgar,”ujar Martono.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi perkoperasian di kalangan mahasiswa sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang terlibat langsung dalam pengembangan ekonomi desa.










