TVRINews, Jakarta
Istana buka suara terkait Nanik S Deyang yang menyebut diminta Presiden Prabowo Subianto untuk menjadi Dewan Pengawas Badan Gizi Nasional (BGN).
Seperti diketahui, Nanik mengundurkan diri dari Kepala BGN karena alasan kesehatan. Meski demikian, ia menyebut diminta Presiden untuk tetap ikut mengawasi program-program BGN dengan menjadi Kepala Dewan Pengawas.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membenarkan bahwa Presiden menginginkan Nanik tetap berkontribusi dalam pengawasan pelaksanaan program-program BGN karena dinilai masih memiliki pengalaman yang dibutuhkan.
"Itu kan permintaan ya atau permohonan dari Bapak Presiden ya, karena pengalaman beliau dirasa masih bisa untuk membantu BGN," kata Prasetyo saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026.
Saat ditanyai mengenai belum adanya nomenklatur Dewan Pengawas dalam struktur organisasi BGN sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024, Prasetyo menjelaskan pemerintah masih akan mengkaji dasar hukum yang paling tepat.
"Nanti kita lihat ya. Kan sebenarnya maknanya bisa jadi kan sama ya, Dewan Pengarah maupun Dewan Pengawas dalam hal menjalankan tugasnya ya. Maksud kami, mungkin kita tidak tidak terjebak ke dalam istilah mana yang Pengarah atau Pengawas, yang penting nanti fungsinya," jelasnya.
"Kalau memang kemudian berdasarkan Perpres itu sudah ada nomenklaturnya di situ SOTK-nya Dewan Pengarah, dan kalau memang tugasnya itu kemudian sesuai juga dengan yang kita kita kehendaki, ya enggak ada masalah juga," lanjutnya.
Diberitakan sebelumnya, Nanik S Deyang mengatakan Presiden Prabowo diwacanakan akan membentuk dewan pengawas dan ia diminta untuk menjadi ketuanya.
"Kemungkinan presiden akan membentuk dewan pengawas dimana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya," ujarnya.
Nanik menegaskan, ia akan tetap berjuang untuk mendukung Presiden yang saat ini berupaya memperbaiki kualitas kehidupan rakyat Indonesia, terutama bagi masyarakat tidak mampu, melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG)
"Saya tetap berjuang dan mendukung Pak Presiden yang saat ini sangat keras berupaya memperbaiki kehidupan rakyat Indonesia," pungkasnya.










