TVRINews, Banten
TNI Angkatan Laut (AL) telah menemukan sebuah pelampung yang mengapung di perairan sebelah barat Cikoneng–Labuan, dekat Anyer, Banten, pada hari ketiga operasi pencarian lima jurnalis yang hilang kontak saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau, pada Kamis, 10 September 2026 hari ini.
Di mana, pelampung tersebut ditemukan oleh KAL Anyer I-3-64 dari Lanal Banten saat melaksanakan penyisiran bersama tim gabungan di wilayah perairan yang diduga menjadi lokasi hilangnya kontak para jurnalis.
Kendati demikian, temuan itu masih dalam proses identifikasi dan belum dapat dipastikan apakah berkaitan dengan lima jurnalis yang sedang dicari.

Sampai saat ini, tim gabungan bersama unsur TNI AL terus melanjutkan penyisiran di sejumlah sektor perairan sekitar Gunung Anak Krakatau guna memastikan seluruh area prioritas telah diperiksa dalam upaya pencarian para jurnalis.
Sebelumnya, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sampai saat ini, masih terus melakukan pencarian terhadap delapan orang yang masih hilang pasca hilangnya kontak kapal cepat KM Arupadatu 1 di perairan Selat Sunda, Banten. Di mana, ada sebanyak 59 personel dikerahkan dalam operasi tersebut.
Selain itu, pencarian tersebut dipimpin langsung Dirpolairud Polda Banten Kombes Pol Eko Hartanto dengan menggunakan KP Sanjaya-7017, sekaligus memperkuat unsur Basarnas melalui KN SAR Tetuka.
Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, seluruh kekuatan terus dioptimalkan untuk memperbesar peluang menemukan para korban.
“Memasuki hari ketiga, Polri terus mengoptimalkan pencarian delapan orang yang masih dalam pencarian setelah KM Arupadatu 1 hilang kontak. Personel Polri juga memperkuat KN SAR Tetuka milik Basarnas,” ujar Trunoyudo dalam keterangannya yang diterima tvrinews.com pada Kamis, 10 September 2026.
Lebih lanjut, ia menerangkan jika operasi ini dimulai sejak Kamis pagi dengan pelaksanaan briefing di atas KP Sanjaya-7017. Sekitar pukul 08.00 WIB, kapal bergerak bersama KN SAR Tetuka menuju wilayah perairan sekitar Gunung Anak Krakatau untuk melanjutkan penyisiran.
“KP Sanjaya-7017 mengangkut 36 personel yang terdiri dari 27 awak kapal, lima personel Ditpolairud Polda Banten, dua personel Basarnas, serta dua awak media. Sementara itu, KN SAR Tetuka turut diperkuat tiga personel Ditpolairud Polda Banten,” ucapnya
Tak hanya itu, ia mengatakan jika Basarnas membagi area operasi menjadi enam sektor pencarian dengan luas total mencapai 2.483 NM². KP Sanjaya-7017 bertugas menyisir sektor B, sedangkan KN SAR Tetuka melakukan pencarian di sektor C. Masing-masing sektor dibagi lagi menjadi delapan sub-sektor agar penyisiran berlangsung lebih sistematis.
“Pencarian dilakukan berdasarkan sektor dan koordinat dengan mempertimbangkan posisi terakhir kapal, arah angin, arus, gelombang, cuaca, dan perkembangan informasi di lapangan,” jelas Trunoyudo.
Selain Polri dan Basarnas, operasi hari ketiga melibatkan lebih dari 280 personel gabungan dari TNI, Bakamla, KSOP, BPBD, unsur kewilayahan, potensi SAR, nelayan, masyarakat, hingga keluarga korban.










