TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Christina Aryani mendorong penguatan sinergi antara Kementerian P2MI dengan Perwakilan Republik Indonesia (RI) di luar negeri untuk memperkuat pelindungan pekerja migran Indonesia (PMI).
Hal itu disampaikan Christina saat bertemu Konsul Jenderal (Konjen) RI untuk Hong Kong Andi Ardiansyah dan Konjen RI untuk Guangzhou Arianto Surojo di Jakarta, Jumat, 31 Juli 2026.

Christina menitipkan penguatan pelindungan PMI kepada kedua perwakilan RI tersebut, khususnya dalam memastikan pekerja migran mendapatkan akses pelayanan dan pendampingan selama berada di negara penempatan.
"Hong Kong selama ini merupakan salah satu negara tujuan utama pekerja migran Indonesia. Kehadiran negara harus benar-benar mereka rasakan, mulai pelayanan, pendampingan, hingga penyelesaian persoalan yang dihadapi di negara penempatan," ujar Christina dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Menurutnya, sinergi dengan Perwakilan RI di luar negeri juga penting untuk memperluas akses pasar kerja yang aman dan prosedural bagi masyarakat Indonesia.
Selain membahas penguatan pelindungan PMI di Hong Kong, Christina berdiskusi dengan Konjen RI di Guangzhou mengenai potensi kerja sama dan perluasan pasar tenaga kerja terampil di Tiongkok.
Saat ini, pemerintah Indonesia tengah membangun kerja sama komprehensif dengan Pemerintah Tiongkok, termasuk penyusunan Memorandum of Understanding (MoU) Ketenagakerjaan dan Perlindungan Awak Kapal Perikanan Migran Indonesia dalam Layanan Tenaga Kerja Perikanan Perairan Jauh.
Kemudian Christina mengatakan, MoU tersebut nantinya menjadi landasan kerja sama penempatan awak kapal perikanan migran Indonesia dengan pelindungan yang lebih baik.
"MoU ini akan menjadi landasan kerja sama penempatan awak kapal perikanan migran dengan pelindungan yang lebih baik," ucapnya.
Dalam pertemuan tersebut, Christina juga memaparkan Program SMK Go Global yang merupakan Quick Win Presiden Prabowo Subianto. Program ini diarahkan untuk menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang kompeten, tersertifikasi, dan siap bersaing di pasar kerja internasional.
Christina menegaskan, koordinasi antara Kementerian P2MI dan seluruh Perwakilan Indonesia di luar negeri akan terus diperkuat.
"Koordinasi dengan seluruh Perwakilan Indonesia di luar negeri akan semakin memperkuat pelindungan pekerja migran Indonesia sekaligus membuka pasar-pasar kerja baru yang memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia," tuturnya.









