TVRINews, Aceh Barat
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan pemerintah akan membangun kembali Jembatan Gantung Sikundo di Gampong Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat, dengan desain yang lebih tinggi dan lebih tangguh terhadap banjir. Langkah tersebut dilakukan untuk memulihkan akses masyarakat sekaligus meningkatkan keamanan infrastruktur setelah jembatan sebelumnya hanyut diterjang banjir bandang.
Saat meninjau lokasi, Menteri Dody mengatakan pembangunan jembatan baru akan menjadi solusi permanen setelah penanganan darurat yang saat ini tengah dilakukan. Menurutnya, desain jembatan akan disesuaikan dengan karakteristik sungai agar mampu mengurangi risiko kerusakan saat terjadi banjir di kemudian hari.

"Jembatan Sikundo InsyaAllah akan kami bangun melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh. Desainnya akan dibuat lebih tinggi sehingga ketika terjadi banjir, jembatan tetap aman dan dapat dimanfaatkan masyarakat," ujar Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Sabtu, 1 Agustus 2026.
Sebagai langkah awal, akses sementara bagi warga kini tengah dipulihkan melalui pembangunan dua jembatan gantung perintis yang dikerjakan oleh TNI dan Polri. Kehadiran jembatan darurat tersebut diharapkan dapat mengembalikan aktivitas masyarakat yang sebelumnya terganggu akibat putusnya jalur penghubung.
Selanjutnya, Kementerian PU melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh akan meningkatkan jembatan perintis menjadi jembatan permanen dengan konstruksi yang lebih kokoh. Selain dibuat lebih tinggi, pembangunan juga akan mempertimbangkan hasil kajian teknis mengenai kondisi hidrologi sungai dan kebutuhan masyarakat setempat.
"Kami juga menerima masukan dari Pemerintah Kabupaten Aceh Barat agar jembatan dibangun lebih tinggi dibandingkan sebelumnya sehingga memiliki ruang bebas yang lebih aman saat debit air sungai meningkat," kata Dody.
Selain pembangunan jembatan baru, Menteri PU menginstruksikan BPJN Aceh untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi jembatan gantung yang telah dibangun pada 2018 di jalur menuju Gampong Sikundo. Evaluasi tersebut meliputi survei teknis, penilaian kelayakan struktur, hingga koordinasi dengan pemerintah daerah sebagai dasar penyusunan desain pembangunan.
Apabila hasil kajian menunjukkan perlunya penggantian, pemerintah akan membangun jembatan dengan struktur yang lebih kuat sehingga tidak hanya dapat dilalui pejalan kaki dan kendaraan roda dua, tetapi juga mampu mengakomodasi kendaraan roda empat.
Saat ini BPJN Aceh telah melakukan berbagai penanganan awal di lapangan, antara lain pengecekan kondisi lokasi, pemasangan jalur pengaman, serta menyiapkan personel, alat berat, dan material konstruksi. Pekerjaan fisik dijadwalkan mulai dilaksanakan pada Sabtu, 1 Agustus 2026.
Pembangunan kembali Jembatan Sikundo diharapkan dapat mengembalikan konektivitas masyarakat Aceh Barat sekaligus memperkuat ketahanan infrastruktur terhadap bencana hidrometeorologi. Kementerian PU menegaskan komitmennya untuk menghadirkan infrastruktur yang aman, andal, dan berkelanjutan guna mendukung aktivitas ekonomi serta kesejahteraan masyarakat di wilayah tersebut.









