TVRINews – Bone, Sulawesi Selatan
Puluhan Truk Logistik dan Alat Pertanian Dikirim guna Percepat Pemulihan Pascabencana
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian bergerak cepat merespons dampak bencana alam di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memimpin langsung pendistribusian bantuan logistik dan alat mesin pertanian senilai Rp5 miliar untuk meringankan beban warga terdampak.
Dalam kunjungan lapangan,, Mentan Amran melepas keberangkatan 33 truk yang membawa berbagai kebutuhan pokok, sebagai bagian dari masa tanggap darurat guna memastikan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi secara efektif.
"Pemerintah harus hadir di tengah masyarakat saat bencana terjadi. Begitu mendengar kabar ini, kami segera menunda agenda lain karena warga yang terdampak jauh lebih membutuhkan kehadiran negara saat ini," ujar Mentan Amran dikutip Selasa 12 Mei 2026.
Distribusi Logistik dan Dukungan Finansial
Bantuan yang disalurkan mencakup komoditas pangan esensial dan perlengkapan harian.
Secara terperinci, bantuan tersebut meliputi lebih dari 22 ton beras serta ribuan liter minyak goreng yang diproyeksikan mampu mencukupi kebutuhan warga selama 14 hari ke depan.
Selain logistik pangan yang dikoordinasikan bersama Bulog, unit kerja di bawah Kementerian Pertanian juga memberikan kontribusi spesifik:
• Ditjen Perkebunan : Mengirimkan 10 truk berisi paket kebutuhan harian dan perlengkapan tidur.
• Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian : Menyediakan 20 truk bantuan medis, air kemasan, serta kebutuhan sanitasi seperti popok dan selimut.
Sebagai bentuk empati mendalam, Mentan Amran juga menyerahkan santunan duka masing-masing sebesar Rp50 juta kepada dua keluarga korban meninggal dunia akibat bencana tersebut.
Restorasi Infrastruktur dan Sektor Pertanian
Selain bantuan jangka pendek, Pemerintah fokus pada langkah preventif dan pemulihan ekonomi jangka panjang. Mentan menginstruksikan normalisasi sungai-sungai kecil yang mengalami pendangkalan untuk meminimalisir risiko banjir di masa mendatang.
"Saya meminta Balai Wilayah Sungai segera melakukan normalisasi menggunakan ekskavator. Kendala biaya operasional seperti solar bisa dikoordinasikan langsung dengan saya. Fokus kita adalah masalah infrastruktur air ini selesai secepatnya," tegas Amran.
Untuk memulihkan produktivitas lahan, diserahkan pula 10 unit traktor tangan (hand tractor) kepada pemerintah kecamatan. Lebih lanjut, pemerintah pusat membuka akses bantuan benih gratis bagi petani yang lahannya rusak akibat bencana.
"Kepala Dinas terkait diharapkan segera mengajukan surat resmi. Kami telah menyiapkan benih padi, jagung, hingga bibit perkebunan seperti kakao dan kopi untuk percepatan pemulihan sektor pertanian warga," tambahnya.
Optimisme Sektor Agraria
Di sela peninjauan, Mentan Amran menekankan bahwa ketahanan pangan nasional saat ini berada dalam posisi yang stabil. Ia menggarisbawahi pencapaian swasembada beras serta membaiknya harga komoditas jagung dan gabah di tingkat petani.
"Saat ini kita sudah tidak melakukan impor beras. Akses pupuk subsidi juga telah dipermudah bagi petani. Kami berharap seluruh bantuan ini didistribusikan secara transparan dan merata," pungkasnya.
Upaya komprehensif ini diharapkan tidak hanya meredam dampak sosial pascabencana, tetapi juga menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di salah satu lumbung pangan Sulawesi Selatan tersebut.










