TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mempercepat integrasi Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan memperkuat sarana serta prasarana sekolah untuk mendukung perluasan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto.
Langkah tersebut disampaikan dalam rapat koordinasi yang digelar di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, Rabu, 29 Juli 2026. Rapat tersebut membahas penguatan tata kelola data dan kesiapan satuan pendidikan dalam mendukung pelaksanaan program MBG di seluruh Indonesia.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Fajar Riza Ul Haq, menjelaskan bahwa Kemendikdasmen saat ini fokus pada dua agenda utama terkait pengelolaan data. Pertama, membangun integrasi data lintas kementerian dan lembaga bersama Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Pertanahan Nasional (BPN), serta instansi terkait untuk menghasilkan satu basis data yang terintegrasi. Kedua, melakukan sinkronisasi dan validasi data peserta didik berbasis Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN).
Selain pembenahan data, Kemendikdasmen juga mendukung pelaksanaan MBG melalui Program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Salah satu upayanya adalah mengoptimalkan fungsi Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) agar pemenuhan gizi peserta didik berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sanitasi dan layanan kesehatan di lingkungan sekolah.
“Hingga saat ini, sekitar 80 persen murid di Indonesia telah menjadi penerima manfaat program MBG. Kami berharap, upaya yang kami lakukan melalui percepatan data dan penguatan infrastruktur di sekolah akan berdampak kepada peningkatan kualitas kesehatan murid serta mendukung perluasan jangkauan MBG,” kata Wamen Fajar dalam keterangan tertulis, dikutip, Kamis, 30 Juli 2026.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, mengapresiasi langkah Kemendikdasmen dalam mendukung pelaksanaan Program MBG. Menurutnya, pemerintah terus memperkuat koordinasi lintas kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah agar pelaksanaan program berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Di kesempatan yang sama, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengatakan implementasi Program MBG akan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan pemutakhiran data penerima manfaat.
BGN juga akan memperluas cakupan program ke sekolah keagamaan serta mempercepat pelaksanaannya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), terutama daerah dengan angka stunting yang masih tinggi.
“Kami menegaskan bahwa dukungan dari kementerian dan lembaga merupakan hal yang sangat penting sebagai dukungan pada program MBG. Khusus di Kemendikdasmen, pendataan dan konfirmasi kesiapan satuan pendidikan untuk menerima MBG menjadi langkah penting agar pelaksanaan program dapat berjalan tepat sasaran dan sesuai dengan kesiapan masing-masing sekolah,”ungkap Sudaryono.
Melalui penguatan integrasi data, peningkatan infrastruktur sekolah, dan koordinasi lintas sektor, pemerintah berharap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat menjangkau lebih banyak peserta didik serta mendukung peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan anak Indonesia.









