TVRINews, Jakarta
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan tersedianya konektivitas digital yang andal di kawasan hunian baru sebagai bagian dari dukungan terhadap Program Tiga Juta Rumah.
Komitmen tersebut disampaikan saat Meutya Hafid mendampingi Presiden Prabowo Subianto dalam peresmian pelaksanaan massal akad kredit pemilikan rumah (KPR) subsidi yang digelar serentak di 165 titik pada 372 kabupaten/kota di 36 provinsi. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses kepemilikan rumah layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Menurut Meutya, pembangunan kawasan perumahan tidak cukup hanya menyediakan infrastruktur dasar seperti listrik, air bersih, dan akses jalan. Di era digital, konektivitas internet juga menjadi kebutuhan utama yang harus tersedia sejak awal pembangunan.
"Program pembangunan rumah rakyat harus diikuti dengan hadirnya konektivitas digital. Kami pastikan konektivitas aman di hunian baru," kata Meutya Hafid dalam keterangan yang diterima tvrinews melalui rilis Komdigi, Kamis, 30 Juli 2026.
Ia menjelaskan, kawasan hunian baru harus dirancang sebagai ekosistem digital yang memungkinkan masyarakat memperoleh akses terhadap pendidikan, layanan kesehatan, layanan pemerintahan, hingga berbagai peluang ekonomi digital dari tempat tinggal mereka.
"Setiap kawasan hunian baru harus disiapkan menjadi kawasan yang terhubung. Ketika keluarga menempati rumah baru, mereka juga harus memiliki akses untuk belajar, bekerja, berusaha, dan mengakses layanan publik secara digital," lanjutnya.
Meutya menambahkan, Kementerian Komunikasi dan Digital akan terus memperluas jaringan internet berkecepatan tinggi agar pembangunan perumahan berjalan seiring dengan pengembangan infrastruktur digital nasional.
Saat ini, cakupan layanan 4G di kawasan permukiman Indonesia telah mencapai sekitar 97,45 persen. Selain itu, pemerintah juga terus memperluas akses fixed broadband sebagai fondasi transformasi digital di berbagai wilayah.
"Visi Presiden Prabowo membangun Indonesia tidak hanya menghadirkan rumah yang layak huni, tetapi juga kehidupan yang lebih produktif. Karena itu, pembangunan fisik dan pembangunan digital harus berjalan bersama sehingga setiap keluarga memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang," tandasnya.
Ia menilai, tersedianya akses internet di kawasan hunian baru akan membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk bekerja secara jarak jauh, mengembangkan UMKM berbasis rumah, memanfaatkan layanan kesehatan digital, serta mengakses berbagai layanan pemerintah dengan lebih mudah.









