TVRINews, Jakarta
Pemerintah terus memperkuat upaya membangun kualitas pendidikan dan kesehatan remaja sebagai bagian dari persiapan menyongsong Indonesia Emas 2045. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman antara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta.
Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk mendukung pembangunan keluarga dan pendidikan dasar serta menengah. Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah berupaya menjawab berbagai tantangan yang dihadapi remaja, seperti persoalan kesehatan mental, paparan konten negatif, ketidakpastian masa depan, hingga pentingnya penguatan peran keluarga.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, kedua kementerian memiliki visi yang sama dalam mempersiapkan generasi muda sebagai penentu masa depan bangsa.
“Karena kita semuanya memiliki visi yang sama bahwa masa depan Indonesia ini tergantung dari generasi mudanya, terutama yang sekarang ini sebagai generasi Z dan generasi Alpha ya. Mereka yang masih belajar di bangku pendidikan,” ujar Abdul Mu'ti dalam keterangan tertulis, dikutip Kamis, 30 Juli 2026.
Ia menjelaskan, sinergi ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memperkuat pembentukan karakter serta kesehatan mental peserta didik di seluruh jenjang pendidikan dasar dan menengah.
Sementara itu, Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji, mengungkapkan bahwa berdasarkan data, sekitar 34,9 persen remaja mengalami masalah kesehatan mental dan 50,2 persen di antaranya telah mengarah pada gangguan kesehatan jiwa.
Menurut Wihaji, pembangunan bangsa harus dimulai dari keluarga sebagai unit terkecil dalam masyarakat.
“Unit terendah di sebuah negara namanya keluarga, jadi kalau mau memperbaiki negara, ayo perbaiki dari yang paling rendah namanya keluarga. Kalau keluarganya baik-baik saja negara akan baik-baik saja apa pun problemnya,” ungkap Wihaji.
Melalui nota kesepahaman ini, Kemendikdasmen dan Kemendukbangga berkomitmen memperkuat sinergi dalam membangun generasi muda yang sehat, berkarakter, dan berdaya saing. Kolaborasi tersebut diharapkan menjadi fondasi penting dalam menciptakan sumber daya manusia unggul menuju Indonesia Emas 2045.









