TVRINews, Jatinangor
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengatakan jika kereta cepat Whoosh merupakan alat transportasi yang praktis dan efisien.
Menurut Bima Arya, berdasarkan survei yang dilakukan, sekitar 40 persen peserta retret gelombang kedua baru pertama kali mencoba menggunakan kereta cepat Whoosh.
Banyak di antara mereka yang mengaku puas dan menyebutkan bahwa moda transportasi ini sangat nyaman serta berpotensi membuat penumpangnya "ketagihan".
“Pak Menteri (Tito Karnavian), ada kepala daerah yang baru pertama kali menggunakan Whoosh, dan berdasarkan survei, sekitar 40 persen peserta baru pertama kali naik kereta cepat. Sepertinya mereka akan ketagihan karena sangat praktis,” ujar Bima Arya.
Sebelumnya, usai menjalani pemeriksaan kesehatan di Poliklinik Badan Pengembangan SDM Kemendagri, Kalibata, Jakarta Selatan pada Sabtu, 21 Juni 2025 lalu. Para peserta retret gelombang kedua dijadwalkan bersama-sama berangkat ke Bandung menggunakan kereta cepat Whoosh pada hari Minggu, 22 Juni 2025 sekitar pukul 10.00 WIB.
Dimana, rombongan tersebut dilepas oleh Sekjen Kemendagri di Jakarta dan disambut langsung oleh Bima Arya di Bandung.
“Saya akan menerima mereka sebagai Kepala Sekolah, didampingi oleh Kepala BPSDM dan Rektor IPDN di Jatinangor,” kata Bima.
Baca Juga: Naik Whoosh, Mendagri Tito Hadiri Pembukaan Retret Kepala Daerah di IPDN










