TVRINews, Jakarta
Program ini menjadi wadah strategis bagi generasi muda untuk mengasah keahlian di bidang penelitian, teknologi, dan inovasi.
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) secara resmi membuka Program Magang Nasional bagi Lulusan Perguruan Tinggi Batch Kedua. Pembukaan program tersebut dilangsungkan di Auditorium Sumitro Djojohadikusumo, Gedung B. J. Habibie, Jakarta, pada Selasa,11 Agustus 2026.
Dalam laporan pembukaannya, Sekretaris Utama BRIN, Nur Tri Aries Suestiningtyas, memaparkan bahwa program ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh para pencari kerja muda. Dari total 267 lowongan yang dibuka, tercatat sebanyak 2.134 pendaftar.
Setelah melalui serangkaian proses seleksi yang ketat, lanjut Nur, terpilih 252 peserta yang lolos dan akan ditempatkan di 167 fungsi kerja di lingkungan BRIN. Program magang ini dijadwalkan berlangsung selama enam bulan, terhitung mulai 10 Agustus 2026 hingga 9 Februari 2027.
Nur menjelaskan bahwa program magang ini merupakan bentuk kontribusi nyata BRIN dalam mendukung penguatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia, khususnya pada sektor sains, teknologi, riset, dan inovasi.
"Program ini tidak hanya memberikan ruang pembelajaran bagi para peserta, tetapi juga menjadi sarana untuk mengenalkan ekosistem kerja yang profesional, budaya riset dan inovasi, serta yang paling penting untuk bekal adik-adik semua di dunia kerja selanjutnya," ujar Nur, Selasa, 11 Agustus 2026.
Inisiatif yang pertama kali digelar secara nasional pada tahun 2025 ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara BRIN dan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemenaker RI). Sinergi ini melibatkan pemerintah, sektor swasta, BUMN, dan industri guna mempersiapkan lulusan perguruan tinggi agar siap menghadapi dunia kerja sekaligus mendongkrak daya saing bangsa.
*Fasilitas, Pengawasan, dan Kompetisi Internal*
Selama mengikuti program, para peserta akan memperoleh uang saku yang didukung dengan mekanisme akuntabilitas yang jelas. Peserta diwajibkan menyusun dan menyampaikan laporan kegiatan secara berkala kepada mentor masing-masing sebagai bagian dari sistem pembinaan serta pengawasan.
Sebagai wadah untuk memacu kreativitas, BRIN juga menyelenggarakan kompetisi internal bertajuk Internship Challenge menjelang akhir masa magang. Ajang ini disiapkan agar para peserta dapat menuangkan pengalaman, gagasan, inovasi, serta karya kreatif selama berkegiatan di lingkungan BRIN.
*Arahan Wakil Kepala BRIN: Pahami Aturan dan Manfaatkan AI secara Bijak*
Sementara itu, Wakil Kepala BRIN, Amarulla Octavian, dalam arahannya menekankan pentingnya kesempatan emas ini bagi para lulusan baru (fresh graduates) untuk menggali pengalaman dan mengasah kemampuan di lingkungan kerja instansi pemerintah.
"Saya ingin memberikan kesempatan kepada mereka yang telah lulus dari universitas untuk dapat bekerja di lembaga pemerintah atau lembaga lainnya," ujar Amarulla.
Amarulla berpesan agar seluruh peserta mematuhi segala ketentuan dan peraturan yang berlaku di lingkungan pemerintahan. Ia mengingatkan pentingnya menghargai proses alih-alih sekadar berorientasi pada hasil akhir, guna membangun kapasitas berpikir analitis yang matang.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, Amarulla turut mendorong para peserta untuk memanfaatkan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI) secara cerdas sebagai alat bantu untuk mempertajam proses berpikir dan analisis, bukan sekadar jalan pintas untuk mendapatkan jawaban akhir secara instan.








