TVRINews, Jakarta
Kementerian Kebudayaan mendorong pemanfaatan ruang digital sebagai sarana untuk memperkenalkan sekaligus mempromosikan kekayaan budaya Indonesia, termasuk museum, cagar budaya, dan warisan budaya takbenda.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Malam Penganugerahan Pemenang Lomba Konten Video Kreatif “Aku dan Budayaku” 2026 di Museum Nasional Indonesia, Jakarta.
Menurut Fadli Zon, antusiasme masyarakat dalam mengikuti kompetisi menunjukkan bahwa ruang digital memiliki potensi besar untuk memperluas pengenalan sejarah, pengetahuan, serta kekayaan budaya Indonesia.
“Generasi muda merupakan digital native, setiap karya yang dihasilkan turut mempromosikan dan memperkenalkan apa yang ada di daerah masing-masing. Kedepannya diharapkan, masyarakat dapat menjadi duta-duta budaya, menjadi bagian dari pemaju kebudayaan dan bagian dari pejuang kebudayaan dan peradaban kita,”kata Menbud Fadli Zon dalam keterangan yang diterima tvrinews, Selasa, 1 September 2026.
Lomba Konten Video Kreatif “Aku dan Budayaku” 2026 diselenggarakan Kementerian Kebudayaan melalui Direktorat Pengembangan Budaya Digital, Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, bekerja sama dengan Museum dan Cagar Budaya (MCB).
Mengusung tema “Museum dan Cagar Budaya di Daerahku”, kompetisi ini mengajak masyarakat menggali cerita mengenai museum dan cagar budaya di lingkungan masing-masing, kemudian mengemasnya dalam bentuk video kreatif.
Kompetisi tersebut terbagi dalam dua kategori, yakni Pelajar/Mahasiswa dan Umum. Peserta mempublikasikan karya melalui tiga platform media sosial, yaitu Instagram Reels, YouTube Shorts, dan TikTok.
Sepanjang pelaksanaannya, lomba berhasil menjaring 1.931 peserta dari 35 provinsi. Jumlah tersebut terdiri atas 891 peserta kategori Pelajar/Mahasiswa dan 1.040 peserta kategori Umum.
Partisipasi terbanyak berasal dari Jawa Timur. Berdasarkan platform yang digunakan, Instagram Reels menjadi media dengan jumlah karya terbanyak, yakni 824 karya. Selanjutnya YouTube Shorts sebanyak 623 karya dan TikTok sebanyak 484 karya.

[Foto: TVRINews/HO-Kemenbud]
Dari total peserta tersebut, sebanyak 150 karya terbaik lolos ke tahap penjurian akhir. Dewan juri kemudian menetapkan tiga pemenang terbaik untuk masing-masing kategori di setiap platform, sehingga terdapat 18 pemenang.
Para pemenang kategori Pelajar/Mahasiswa Instagram Reels yakni Kalisha Luna Achmad, Ahmad Muhtadie, dan Ade Octavian Ramadhan. Sementara kategori Umum diraih Muhamad Amrullah, Irhamni Malika, dan Ahmad Sidik.
Untuk YouTube Shorts, kategori Pelajar/Mahasiswa dimenangkan Azka Dzakiyuddin, Reza Maulana Prayogi, dan Ni Putu Ayu Mela Selani. Kategori Umum diraih Mochamad Zulfikar, Saepulloh, dan Gatot Prasetyo.
Sedangkan pada platform TikTok, kategori Pelajar/Mahasiswa dimenangkan Bertilla Adele Arundhuti, Chintya Salsabilla Putri, dan Rafaela Rachel Arumesti. Kategori Umum diraih I Kadek Angga Purna Yoga, Andang Ristianto, dan Putri Kirana Nur Azizah.
Malam penganugerahan yang berlangsung di Gedung Theatre Museum Nasional Indonesia menjadi bentuk apresiasi terhadap para kreator yang ikut memperkenalkan museum dan cagar budaya melalui konten digital.
Selain penghargaan, Kementerian Kebudayaan juga memberikan pengalaman budaya kepada 18 pemenang. Mereka difasilitasi mengikuti tur museum bersama edukator serta exclusive sharing session bersama Bill Mohdor.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat memperluas wawasan para pemenang, membuka ruang pertukaran gagasan, sekaligus mengenalkan mereka lebih dekat dengan ekosistem kebudayaan Indonesia.
Fadli Zon juga mengajak masyarakat untuk terus memenuhi ruang digital dengan konten yang mengangkat kebudayaan dan peradaban Nusantara.
“Kedepannya, diharapkan para pemenang dan masyarakat tidak berhenti membuat konten-konten budaya dan peradaban nusantara. Karena, bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai budayanya dan kebudayaan adalah sumber ekonomi melalui Cultural and Creative Industry (CCI),“jelasnya.
Kementerian Kebudayaan menilai pemanfaatan ruang digital dapat menjadi bagian dari literasi budaya. Konten yang dibuat masyarakat diharapkan semakin memperkenalkan sejarah, pengetahuan, nilai, serta kekayaan budaya Indonesia kepada khalayak luas.
Ke depan, Kementerian Kebudayaan akan terus mendorong kegiatan serupa untuk mengembangkan kreativitas masyarakat. Upaya tersebut diharapkan meningkatkan ketertarikan terhadap museum dan cagar budaya sebagai sumber pengetahuan, memori kolektif, serta bagian dari identitas bangsa.









