TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) sampai saat ini, terus mematangkan persiapan pengembangan industri semikonduktor nasional melalui program Chip Merah Putih. Di mana, sejumlah aspek menjadi perhatian, mulai dari kesiapan ekosistem desain, dukungan riset perguruan tinggi, hingga penyiapan talenta di bidang semikonduktor.
Pembahasan tersebut dilakukan Mendiktisaintek Brian Yuliarto bersama Direktur Digital Business Perum Peruri Edwin Purwandesi dalam Rapat Pembahasan Tindak Lanjut Pengembangan Industri Semikonduktor dan Chip Nasional.
Brian mengatakan, pertemuan tersebut bertujuan mengevaluasi perkembangan persiapan sekaligus mengidentifikasi sejumlah hal yang masih perlu dilengkapi. Pembahasan itu merupakan tindak lanjut koordinasi sebelumnya dengan sejumlah pemangku kepentingan, termasuk Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN).
“Dari pertemuan terakhir, sudah disampaikan kesiapan dari BP BUMN untuk mengajukan izin prakarsa. Hari ini kita akan mendengar perkembangan terbaru dan mengidentifikasi hal-hal yang masih perlu dilengkapi. Target sebelumnya adalah 11 November, paling tidak prosesnya sudah mulai masuk tahap harmonisasi,” ujar Brian dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com pada Minggu, 1 November 2026.
Dalam rapat tersebut, Perum Peruri memaparkan perkembangan ekosistem desain chip yang telah dibangun bersama sejumlah mitra. Salah satu fasilitas yang disiapkan adalah sandbox sebagai lingkungan pengembangan desain chip dan sebelumnya telah dimanfaatkan dalam kegiatan hackathon.
Program tersebut diikuti 98 tim dari 41 perguruan tinggi dengan melibatkan 338 mahasiswa. Selain memperluas partisipasi kampus, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun kapasitas sumber daya manusia di bidang semikonduktor.
Pengembangan desain chip juga diarahkan pada sejumlah jenis chip dengan mempertimbangkan kelayakan teknis dan ekonomi. Peta jalan yang disusun mencakup tahapan desain hingga kemungkinan pengembangan menuju fabrikasi.
Sementara itu, Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek Fauzan Adziman menyampaikan dukungan kementerian terhadap riset semikonduktor melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi.
Salah satu program riset yang tengah berjalan ditargetkan rampung pada Mei 2028. Hasilnya diharapkan dapat memperkuat fondasi kemampuan desain chip nasional.
Rapat juga membahas penyusunan kerangka kebijakan dan koordinasi lintas lembaga agar pengembangan industri semikonduktor memiliki arah penugasan yang jelas. Pembahasan mencakup peran pemerintah, BUMN, serta kebutuhan instrumen kebijakan yang sesuai dengan kesiapan program.
Melalui penguatan koordinasi dan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, serta industri, Kemdiktisaintek mendorong pembangunan kapasitas teknologi nasional untuk mendukung pengembangan industri semikonduktor Indonesia.









