TVRINews, Jakarta
Baharkam Polri mendorong pengelola objek vital nasional (Obvitnas) dan objek tertentu untuk segera melaksanakan sertifikasi sistem manajemen pengamanan. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat profesionalisme dan sinergi dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.
“Kami melaksanakan kegiatan sosialisasi Sistem Manajemen Pengamanan kepada seluruh jajaran objek vital nasional dan objek vital tertentu yang berada di seluruh Indonesia,” ujar Kakorsabhara Baharkam Polri, Irjen Pol. Mulia Hasudungan Ritonga, Rabu, 18 Juni 2025.
Sosialisasi yang digelar dengan tema “Melalui Sosialisasi Sistem Manajemen Pengamanan Kita Tingkatkan Profesionalisme dan Sinergitas Polri dengan Pengelola Objek Vital Nasional dan Objek Tertentu Guna Mewujudkan Asta Cita” ini diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai perusahaan.
Menurut Irjen Ritonga, tujuan utama kegiatan ini agar para pengelola melaksanakan pengamanan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Polri, khususnya jajaran Korsabhara.
Dalam acara tersebut, diberikan penghargaan kepada dua perusahaan yang telah mendapatkan sertifikasi dengan nilai gold, yaitu Cikarang Listrikindo di Bekasi dan PT Pupuk Iskandar di Aceh.
“Kami mengundang mereka supaya mereka juga bisa mempresentasikan kepada rekan-rekan yang lain untuk nantinya bersama-sama mau melaksanakan kerja sama dengan kami, khususnya melaksanakan kegiatan modifikasi ini,” jelas Ritonga.
Baru 82 dari 1.981 Objek yang Tersertifikas
Ritonga menyampaikan, dari total 1.981 objek vital nasional dan objek vital tertentu yang telah tercatat, baru 82 di antaranya yang telah tersertifikasi.
“Harapannya dengan sosialisasi ini jumlah yang lainnya yang masih sekitar 1.900 itu mereka mau melaksanakan kegiatan SMP terutama mereka melaksanakan kegiatan di awal-awal terlebih dahulu seperti melaksanakan kesepakatan dan lain sebagainya,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, Polri berharap sinergi dengan para pengelola objek vital dapat semakin meningkat demi mendukung target besar Indonesia Emas 2045.










