TVRINews, Jakarta
Sebanyak 125 siswa dari 25 SMA dan sekolah sederajat di Jakarta mengikuti Youth Circularity Camp 2026 untuk mengembangkan inovasi pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular. Program ini digelar Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) bersama UNDP Indonesia selama tiga hari di Budi Luhur University, Jakarta Selatan.
Kegiatan tersebut bertujuan mendorong pelajar mengidentifikasi persoalan sampah di lingkungan sekolah, sekaligus merancang solusi yang tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomi.
Selain 125 siswa, kegiatan ini turut melibatkan 50 guru. Para peserta mengikuti berbagai sesi pembelajaran, pameran inovasi, serta tantangan kreativitas untuk menyusun inisiatif dan kampanye edukasi pengelolaan sampah.
Sebanyak 10 organisasi dan pelaku usaha juga terlibat dengan memperkenalkan beragam solusi, mulai dari daur ulang, penggunaan kembali barang (reuse), pengolahan barang bekas menjadi produk baru (upcycling), hingga layanan pengumpulan sampah.
Deputy Resident Representative UNDP Indonesia, Sujala Pant, menilai keterlibatan siswa dan komunitas lokal menjadi faktor penting dalam menghadirkan solusi pengelolaan sampah.
“Solusi tidak harus canggih atau menggunakan teknologi tinggi. Yang terpenting adalah menemukan solusi untuk tantangan sehari-hari,” ujar Sujala kutip Senin, 2 November 2026.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para siswa dibagi ke dalam kelompok untuk menyusun proposal inisiatif dan kampanye edukasi pengelolaan sampah. Gagasan yang dihasilkan kemudian diperlombakan untuk mendorong kreativitas peserta.
Sekolah-sekolah yang berpartisipasi juga menyampaikan deklarasi bersama sebagai komitmen memperkuat praktik pengelolaan sampah di lingkungan masing-masing.
Staf Ahli Bidang Hubungan Internasional dan Diplomasi Lingkungan KLH, Erik Teguh, berharap inovasi para pelajar dapat dikembangkan menjadi kegiatan nyata di masyarakat dan membuka peluang usaha baru.
“Inovasi ini harus bisa berkembang menjadi kegiatan di masyarakat, bahkan menjadi peluang usaha atau startup bagi anak-anak muda,” kata Erik.
KLH juga mendorong penguatan program lingkungan melalui Pusat Generasi Lingkungan, termasuk program Adiwiyata. Dukungan pelaku usaha dinilai penting untuk memperluas penerapan ekonomi sirkular di sekolah.
Sementara itu, Kepala Humas Budi Luhur University, Julaiha Probo Anggraini, berharap para peserta dapat menjadi penggerak perubahan di lingkungan masing-masing.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap 125 siswa dapat menjadi agen perubahan yang mampu mengubah persoalan sampah menjadi inovasi bernilai ekonomi serta menerapkannya di sekolah masing-masing,” ujar Julaiha.
Youth Circularity Camp 2026 merupakan bagian dari Plastics Circularity Project UNDP Indonesia yang berkolaborasi dengan The Coca-Cola Foundation. Program ini dilaksanakan di enam kota, yaitu Jakarta, Medan, Banjarmasin, Buleleng, Makassar, dan Labuan Bajo, untuk memperluas praktik pengelolaan sampah berbasis sekolah.









