TVRINews, Jakarta
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) bersama Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPK-GBK) dan Komite Permainan dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) menggelar Festival Anak Bermain di Gerbang Utama Gelora Bung Karno (GBK), Minggu, 1 November 2026.
Kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah memenuhi hak anak atas waktu luang dan kegiatan budaya melalui penyediaan ruang bermain publik. Festival tersebut juga bertujuan mengurangi waktu penggunaan layar atau screen time pada anak dengan mengenalkan kembali berbagai permainan tradisional.
“Hari ini kita sedang berada di kawasan car free day dan ada hal yang unik karena tersedia berbagai permainan tradisional yang bisa dimainkan oleh masyarakat. Ini merupakan kolaborasi Kemen PPPA, GBK, dan KPOTI sebagai upaya menurunkan screen time anak-anak kita,” ujar Arifah Fauzi, dalam keterangan yang diterima, Senin, 2 November 2026.
Dalam festival ini, pengunjung dapat mencoba 18 varian permainan tradisional, di antaranya egrang, lompat tali, gasing, dan berbagai permainan lainnya. Menteri PPPA juga turut meninjau sekaligus mencoba langsung sejumlah permainan bersama anak-anak dan pengunjung.
Menurut Menteri PPPA, permainan tradisional tidak sekadar menjadi sarana hiburan, tetapi juga berperan dalam membentuk karakter dan kemampuan sosial anak. Melalui aktivitas bermain bersama, anak-anak belajar menghargai orang lain, bersikap sportif, jujur, serta membiasakan diri untuk antre.
“Permainan tradisional tidak ada yang dimainkan sendiri, sedikitnya membutuhkan dua orang. Jadi, bagaimana dia menghargai orang lain, bersikap sportif, jujur, dan mau antre. Ini karakter-karakter yang sedang kita bangun supaya generasi yang akan datang menjadi generasi yang berkualitas dan berkarakter,” tutur Menteri PPPA.
Ia menambahkan, Festival Anak Bermain tidak hanya dilaksanakan sekali. Masyarakat masih dapat menikmati kegiatan serupa di Gerbang Utama GBK pada 8 dan 15 November 2026.
“Kami berharap kegiatan serupa dilaksanakan di seluruh Indonesia sebagai wahana mengenalkan permainan tradisional kepada anak-anak kita,” kata Menteri PPPA.
Festival Anak Bermain juga menjadi bagian dari rangkaian awal peringatan Hari Anak Sedunia yang diperingati setiap 20 November. Sebagai kelanjutan kegiatan, Kemen PPPA bersama PPK-GBK dan KPOTI akan menggelar aktivasi ruang bermain berbasis permainan tradisional di Moja Museum pada 22 November 2026.
Sekretaris Jenderal KPOTI, Setia Dharma Madjid, menyatakan komitmen organisasinya untuk mendukung keberlanjutan program pemajuan kebudayaan anak, termasuk melalui kerja sama dengan KPOTI daerah.
“Kami juga bekerja sama dengan KPOTI daerah untuk menyemarakkan permainan tradisional nasional karena ini merupakan salah satu bagian dari objek pemajuan kebudayaan,” pungkas Dharma.
Melalui kegiatan ini, pengenalan permainan tradisional diharapkan semakin meluas dan menjadi alternatif aktivitas anak di ruang publik. Selain mengurangi ketergantungan pada perangkat digital, permainan tradisional juga dapat menjadi sarana menanamkan nilai kebersamaan, sportivitas, dan karakter positif sejak dini.









