TVRINews, Jakarta
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengajak negara-negara di dunia memperkuat kerja sama dalam pengelolaan sumber daya air melalui empat inisiatif strategis yang dibawa Indonesia menuju penyelenggaraan World Water Forum ke-11 di Riyadh, Arab Saudi, pada Maret 2027.
Ajakan tersebut disampaikan Dody saat memberikan pidato utama dalam 2nd Stakeholder Consultation Meeting (SCM) di Jeddah. Forum itu menjadi bagian dari rangkaian persiapan World Water Forum ke-11 sekaligus tindak lanjut atas berbagai kesepakatan yang dihasilkan pada World Water Forum ke-10 di Bali.
Empat inisiatif yang diusung Indonesia meliputi World Lake Day, Center of Excellence for Water and Climate Resilience, Integrated Water Resources Management (IWRM) on Small Islands, serta Water Warrior sebagai pengembangan dari Bali Youth Water Prize.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan, berbagai komitmen yang telah disepakati dalam World Water Forum ke-10 tidak boleh berhenti pada tataran deklarasi, melainkan harus diwujudkan melalui program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
"Dari Bali dengan tema Water for Shared Prosperity menuju Riyadh dengan tema Action for a Better Tomorrow, World Water Forum harus terus melanjutkan keberhasilan yang telah dibangun. Komitmen yang kita sepakati harus diwujudkan menjadi aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat," ujar Menteri PU Dody Hanggodo dalam keterangan yang dikutip, Selasa, 30 Juni 2026.
Menurut Dody, Deklarasi Menteri pada World Water Forum ke-10 telah menghasilkan berbagai komitmen penting, mulai dari penyediaan air minum dan sanitasi yang aman, pengelolaan sumber daya air terpadu, adaptasi terhadap perubahan iklim, pengurangan risiko bencana, pembiayaan berkelanjutan, perlindungan ekosistem, hingga peningkatan peran generasi muda dalam agenda air dunia.
Sebagai tindak lanjut, Indonesia mendorong penetapan World Lake Day untuk meningkatkan kesadaran global dalam menjaga kelestarian danau. Selain itu, penerapan IWRM di pulau-pulau kecil diharapkan mampu memperkuat ketahanan air dan ketahanan iklim di wilayah kepulauan.
Indonesia juga memperkuat pengembangan Center of Excellence for Water and Climate Resilience sebagai pusat kolaborasi internasional dalam pengembangan kapasitas, pertukaran pengetahuan, inovasi, dan kerja sama di bidang sumber daya air dan sanitasi.
Sementara itu, inisiatif Water Warrior diperkenalkan sebagai wadah bagi generasi muda untuk melahirkan solusi inovatif dalam menjawab tantangan pengelolaan air di masa depan.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, tantangan pengelolaan air global semakin kompleks di tengah perubahan iklim, meningkatnya kebutuhan air, tekanan terhadap sumber daya air, hingga belum tercapainya target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-6 mengenai akses air bersih dan sanitasi.
"Kemajuan agenda air dunia merupakan kerja bersama seluruh bangsa. Tidak ada satu negara pun yang mampu menjawab tantangan ini sendirian. Karena itu, kolaborasi internasional harus terus diperkuat agar setiap komitmen dapat diwujudkan menjadi solusi nyata," kata Menteri PU.
Dalam forum tersebut, Indonesia juga mengajak Pemerintah Arab Saudi, World Water Council, serta para mitra pembangunan untuk memperkuat kerja sama melalui pertukaran pengetahuan, pengembangan teknologi, penguatan kapasitas kelembagaan, penyiapan proyek, hingga pembiayaan yang berkelanjutan.
"Fokus kita sekarang adalah memastikan seluruh komitmen yang telah disepakati menjadi program yang dapat dilaksanakan, memiliki target yang terukur, kelembagaan yang kuat, serta pembiayaan yang berkelanjutan. Dengan demikian, manfaatnya benar-benar dapat dirasakan masyarakat," ujar Menteri PU Dody Hanggodo.










