TVRINews, Jakarta
Presiden mengambil keputusan politik menurunkan beban bunga pinjaman bagi 16 juta nasabah ultra mikro untuk mempercepat kesejahteraan keluarga.
Pemerintah Indonesia melakukan intervensi signifikan dalam sektor pembiayaan ekonomi kerakyatan dengan memangkas drastis suku bunga kredit untuk program Permodalan Nasional Madani (PNM) Mekaar. Kebijakan ini diambil guna memperkuat daya tahan ekonomi di tingkat akar rumput.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa langkah ini merupakan sebuah "keputusan politik" yang bertujuan memberikan dampak instan bagi jutaan pelaku usaha kecil, terutama kaum perempuan yang menjadi tulang punggung ekonomi keluarga.
Suku bunga yang sebelumnya menyentuh angka 24 persen, kini ditetapkan turun menjadi di bawah 9 persen.
"Hari ini 13 Mei 2026, saya sudah putuskan, ini keputusan politik. Suku bunga PNM Mekaar yang dirasakan langsung sekitar 16 juta pengguna oleh ibu-ibu dan para pengusaha ultra mikro diturunkan dari 24% menjadi di bawah 9%," tegas Presiden Prabowo dalam keterangan resminya yang dikutip dari Akun resmi @sekretariat.kabinet Kamis 14 Mei 2026.
Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, menyatakan melalui kanal komunikasi resmi pemerintah bahwa kebijakan ini merupakan manifestasi dari komitmen Presiden dalam mendukung ekosistem ekonomi domestik.
Menurutnya, Presiden terus berupaya memastikan para ibu di seluruh penjuru daerah mulai dari pasar hingga usaha rumahan memiliki akses modal yang jauh lebih ringan dan berkeadilan.
Dengan penurunan bunga lebih dari separuh angka sebelumnya, margin keuntungan para pedagang kecil diprediksi akan meningkat secara proporsional, yang pada gilirannya akan menstimulasi konsumsi rumah tangga secara nasional.
Program PNM Mekaar atau Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera, saat ini melayani lebih dari 16 juta nasabah di seluruh Indonesia. Dengan adanya penyesuaian bunga yang signifikan ini, pemerintah berharap dapat menciptakan stabilitas ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat luas.










