TVRINews, Jakarta
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan peran penting ulama dan habaib Betawi sebagai perekat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Ibu Kota. Hal itu disampaikannya saat menghadiri Puncak Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi Tahun 2026 di Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat, 19 Juni 2026.
Kegiatan yang juga dihadiri Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta, sekaligus momentum mengenang jasa para ulama dan habaib Betawi dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, toleran, dan penuh kebersamaan.
Pramono mengatakan, para ulama dan habaib Betawi bukan hanya penjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi juga memiliki kontribusi besar dalam menjaga harmoni sosial serta menanamkan nilai kebangsaan dan cinta tanah air.
"Para ulama dan habaib bukan hanya penjaga nilai-nilai keagamaan, tetapi juga perekat persatuan di tengah keberagaman yang menjadi kekuatan utama Jakarta," ujar Pramono dalam keterangan tertulis, dikutip tvrinews.com dari laman Pemprov DKI Jakarta, Sabtu, 20 Juni 2026.
Menurutnya, transformasi Jakarta menuju kota global harus dibarengi dengan kemampuan merawat harmoni antarumat beragama. Ia menilai berbagai perayaan lintas agama dan budaya yang berlangsung selama setahun terakhir menjadi bukti bahwa keberagaman dapat menjadi kekuatan pemersatu masyarakat.
"Kita menyaksikan berbagai kegiatan lintas agama dan budaya, mulai dari Christmas Carol, Imlek, Nyepi, Waisak, Ramadan hingga Idulfitri yang berlangsung dengan baik. Masyarakat dunia mengapresiasi bagaimana Jakarta mampu merawat keberagaman sebagai kekuatan bersama," ucapnya.
Kemudian, Pramono juga menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk terus memperkuat identitas budaya Betawi sebagai budaya utama Jakarta, sebagaimana amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta.
Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah menghadirkan 500 ondel-ondel pada perayaan 500 tahun Jakarta pada 2027. Ondel-ondel tersebut akan dirancang oleh para desainer nasional sebagai upaya menghadirkan wajah baru budaya Betawi yang lebih modern tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisinya.
"Betawi harus mampu tampil dan bersaing di tingkat internasional. Karena itu, kami ingin menghadirkan wajah baru budaya Betawi yang tetap berakar pada nilai-nilai tradisi," tuturnya.
Lebih lanjut, Pramono menegaskan bahwa kemajuan sebuah kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, infrastruktur modern, maupun besarnya investasi yang masuk. Menurutnya, kualitas akhlak masyarakat serta terjaganya keharmonisan sosial juga menjadi indikator penting kemajuan Jakarta.
"Bagi saya, kemajuan kota juga ditentukan oleh kuatnya akhlak masyarakat, terjaganya harmonisasi sosial, serta tumbuhnya rasa saling menghormati di tengah keberagaman," tegasnya.
Pramono berharap Haul Akbar Ulama dan Habaib Betawi dapat terus menjadi agenda tahunan yang dikembangkan sebagai ruang silaturahmi, refleksi sejarah, serta penguatan identitas budaya dan nilai-nilai kebersamaan masyarakat Jakarta.
Kegiatan bertema "Memperkuat Harmoni Keagamaan di Tengah Keberagaman, Transformasi Jakarta Menuju Kota Global" tersebut turut diramaikan dengan berbagai rangkaian acara, mulai dari penyusunan Buku Direktori Ulama dan Habaib Betawi, gerakan bersih-bersih masjid dan musala, ziarah ke makam ulama dan habaib, hingga khatmul Qur'an yang melibatkan para santri.










