TVRINews, Jakarta
Kementerian Sosial menekankan empat nilai utama kepahlawanan, yakni keberanian, ketulusan, rela berkorban, dan kedisiplinan, dalam momentum Malam Peringatan Hari Pahlawan yang diselenggarakan di kawasan Taman Fatahillah, Kota Tua, Jakarta Barat.
Melalui peringatan tersebut, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengajak seluruh elemen bangsa untuk menghidupkan kembali warisan nilai-nilai perjuangan para pahlawan dan menerjemahkannya secara nyata dalam kehidupan berbangsa serta bernegara.
Mensos menjelaskan bahwa keberanian para pahlawan harus dimaknai sebagai keberanian memperjuangkan kebaikan dan kemerdekaan, yang dibarengi dengan ketulusan serta keikhlasan tanpa mengutamakan kepentingan pribadi.

(Foto: TVRINews/HO-Kemensos)
“Dari Undang-Undang Dasar itu kita melihat dengan nyata bahwa para pahlawan tidak berpikir untuk dirinya sendiri. Mereka berpikir untuk bangsa Indonesia, khususnya generasi yang akan datang,” jelasnya di Jakarta, Senin, 2 November 2026.
Ia menambahkan, nilai rela berkorban dan kedisiplinan para pahlawan dalam menjaga amanah harta serta kepentingan negara perlu menjadi pedoman utama generasi penerus dalam mengawal pembangunan nasional.
Dalam kesempatan itu, Gus Ipul menegaskan bahwa semangat kepahlawanan saat ini diwujudkan Kementerian Sosial melalui penerjemahan Pasal 34 UUD 1945, khususnya dalam memberikan perlindungan dan jaminan sosial bagi masyarakat yang paling membutuhkan.
Langkah tersebut ditempuh melalui pembenahan akurasi basis data penerima bantuan serta pelaksanaan Program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto untuk menjangkau anak-anak dari keluarga kurang mampu.

(Foto: TVRINews/HO-Kemensos)
“Hadirnya Sekolah Rakyat ini untuk menjangkau mereka yang tertera dalam Pasal 34, yaitu fakir miskin dan anak-anak terlantar. Mereka berasal dari keluarga-keluarga paling tidak mampu yang sebelumnya tidak memiliki kesempatan mendapatkan pendidikan secara layak,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Ketua Umum Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia Meutia Farida Hatta Swasono yang berharap generasi muda dapat memahami sekaligus meneruskan nilai-nilai kecintaan terhadap tanah air yang diwariskan para pahlawan bangsa.
Malam peringatan tersebut turut diisi dengan pameran memorabilia pahlawan nasional, pertunjukan angklung, drama musikal siswa Sekolah Rakyat bersama aktor Aryo Wahab, serta penampilan hiburan dari musisi sekaligus Anggota Komisi VIII DPR RI Sigit Purnomo.









