TVRINews, Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, mengapresiasi kiprah desainer muda Nabila Misha dalam mengembangkan jenama fesyen yang memadukan kekayaan budaya dan alam Indonesia dengan sentuhan modern. Dukungan melalui kolaborasi dan pendampingan dinilai penting untuk mendorong talenta muda agar berkembang secara berkelanjutan dan memiliki daya saing.
Apresiasi tersebut disampaikan Riefky saat audiensi dengan tim Nabila Misha. Ia berharap Nabila dapat terus mengembangkan kreativitasnya hingga menjadi desainer senior yang sukses serta mampu menghasilkan karya yang semakin berdaya saing.
"Kami sangat mengapresiasi apa yang dikerjakan Nabila. Kami harap suatu saat Nabila bisa menjadi desainer senior yang sukses dan karyanya semakin berdaya saing. Keberlanjutannya perlu kita jaga lewat kolaborasi, yang bisa dikoordinasikan teknisnya melalui Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Direktorat Fesyen Ekraf," ujar Riefky dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com, dikutip dari siaran pers, Selasa, 3 November 2026.
Nabila Misha merupakan pendiri Nabila Misha Fashion yang mengembangkan tiga segmen fesyen, yakni ready-to-wear untuk generasi Z, couture, dan modest fashion. Kiprahnya telah diperkenalkan melalui sejumlah showcase, di antaranya Seaside Allure pada 2025 dan The Quiet Opulence pada 2026. Nabila juga meraih penghargaan Desainer Muda Inspiratif pada Kartini Muda Award pada Mei 2026.

(Foto: TVRINews/HO-Kemenekraf)
Memasuki usia 17 tahun pada Januari 2027, Nabila berencana menggelar showcase bertajuk 17 Stitches of Nusantara. Perhelatan ini menjadi wadah untuk mengekspresikan perjalanan pencarian jati diri sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui karya fesyen. Sebanyak 50 koleksi busana akan ditampilkan dengan mengangkat kekayaan alam dan budaya dari 38 provinsi di Indonesia.
"Inspirasinya dari ciri khas tiap daerah dari Sabang sampai Merauke. Seperti di Padang ada Tari Piring, pecahan-pecahan piringnya itu diintegrasikan dalam salah satu koleksinya," jelas Nabila.
Selain menghadirkan karya fesyen, showcase tersebut dirancang untuk mengintegrasikan subsektor ekonomi kreatif lainnya, meliputi kriya, musik, dan seni pertunjukan melalui teater monolog serta penampilan musisi.
Deputi Bidang Kreativitas Budaya dan Desain, Yuke Sri Rahayu, menilai konsep tersebut membuka peluang kolaborasi lintas subsektor sekaligus melibatkan berbagai profesi kreatif dalam satu kegiatan.
"Acara ini sangat holistik karena di dalamnya ada busana, kriya, dan musik. Lalu pengerjaannya juga melibatkan tim yang terdiri desainer, penjahit, serta pekerja kreatif lainnya," ucap Yuke.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan jenama Nabila Misha Fashion, Kementerian Ekraf turut menjajaki peluang kolaborasi melalui sejumlah program unggulan, di antaranya Creative by Indonesia dan Creative Hub.
Program Creative by Indonesia diarahkan untuk mempromosikan jenama dan produk kreatif di berbagai ajang nasional maupun internasional. Sementara itu, Creative Hub dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan kapasitas serta memperluas jejaring para pelaku ekonomi kreatif.
Dalam kesempatan tersebut, Nabila berharap Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya dapat hadir pada showcase 17 Stitches of Nusantara, yang direncanakan berlangsung pada Januari 2027.









