TVRINews, Bali
Menteri Pemuda dan Olahraga RI Erick Thohir melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Brunei Darussalam Dato Nazmi Mohamad di sela Southeast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports 2026 di Bali.
Dalam pertemuan tersebut, kedua negara membahas penguatan kerja sama olahraga, khususnya pengembangan pencak silat sebagai warisan budaya sekaligus cabang olahraga asli Indonesia.
Menteri Dato Nazmi menyampaikan ketertarikan Brunei Darussalam untuk memperluas kolaborasi dengan Indonesia dalam pengembangan pencak silat, mulai dari pembinaan atlet hingga penyelenggaraan kejuaraan.
Menpora Erick menyambut positif komitmen tersebut. Ia menegaskan Indonesia tengah mendorong pencak silat semakin dikenal di tingkat global, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Pertemuan bilateral dengan Brunei Darussalam memang sangat menarik, karena mereka benar-benar memiliki ketertarikan dan komitmen tinggi untuk mempelajari, mengembangkan bahkan sampai menjadi tuan rumah ajang pencak silat,” ujar Erick dalam keterangan tertulis yang dikutip oleh tvrinews.com, Kamis, 7 Mei 2026.
Menurutnya, pencak silat tidak hanya merepresentasikan olahraga, tetapi juga mencerminkan kekuatan dan nilai budaya Indonesia yang perlu diperkenalkan lebih luas ke dunia internasional.
“Tentu menjadi kebanggaan bagi kita, bahwa olahraga asli Indonesia semakin banyak peminatnya, sesuai dengan harapan kita dan arahan Bapak Presiden Prabowo bahwa pencak silat yang melambangkan kekuatan dan kekayaan budaya kita ini harus kita bawa mendunia,” ucap Erick.
Salah satu bentuk kerja sama yang dibahas ialah pemanfaatan tenaga pelatih asal Indonesia untuk membantu peningkatan kualitas atlet pencak silat Brunei Darussalam.
Selain itu, Brunei juga menyatakan ambisi menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan pencak silat, baik di tingkat regional maupun internasional.
“Brunei berharap dapat menjadi hosting country untuk perhelatan pencak silat,” kata Dato Nazmi.
Kedua pihak juga membuka peluang penyelenggaraan event bersama. Salah satu opsi yang mengemuka ialah kolaborasi antara Brunei dan wilayah Kalimantan dalam menggelar kejuaraan pencak silat karena dinilai memiliki kedekatan geografis dan budaya.
Pertemuan bilateral ini diharapkan menjadi langkah konkret mempererat hubungan Indonesia dan Brunei Darussalam sekaligus memperluas perkembangan pencak silat di tingkat dunia.










