TVRINews, Jakarta
Kementerian Agama (Kemenag) memperluas ekosistem perawatan spiritual di berbagai sektor fasilitas publik, mulai dari lembaga pendidikan, layanan kesehatan, institusi militer, hingga lembaga pemasyarakatan. Langkah ini dilakukan untuk menghadirkan layanan pendampingan rohani yang profesional, inklusif, dan mudah diakses masyarakat.
Penguatan layanan tersebut ditandai dengan peluncuran buku Muslim Chaplaincy Indonesia: Bimbingan Rohani Muslim Berbasis Profesional Arsitektur Rahmah dalam Ruang Publik karya Rhetno Arobiatul Jauzak. Buku ini disusun sebagai respons atas kebutuhan sistem pendampingan spiritual yang profesional di Indonesia.
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan bahwa penyediaan layanan bimbingan rohani yang inklusif dan memiliki standar yang jelas menjadi kebutuhan mendesak di tengah meningkatnya kompleksitas persoalan kehidupan modern. Menurutnya, masyarakat saat ini tidak hanya menghadapi tantangan sosial, tetapi juga persoalan batin dan spiritual yang memerlukan pendampingan.
“Banyak individu membutuhkan ruang aman untuk berbagi kekhawatiran mereka, menemukan makna dalam hidup, dan memperoleh keteguhan spiritual saat menghadapi cobaan hidup. Disinilah kehadiran pelayanan rohani menjadi sangat relevan,”kata Menag Nasaruddin dalam keterangan tertulis, dikutip, Selasa, 21 Juli 2026.
Nasaruddin Umar menjelaskan, praktik perawatan spiritual yang profesional memiliki landasan kuat dalam sejarah Islam. Nilai-nilai pendampingan yang mengedepankan sikap inklusif telah dicontohkan Nabi Muhammad SAW melalui Piagam Madinah, dialog dengan komunitas Najran, serta prinsip perlindungan terhadap tempat ibadah berbagai agama.
“Inilah warisan besar Islam, yang menempatkan rahmah dan keadilan sebagai landasan kehidupan sosial,”jelasnya.
Melalui pengembangan ekosistem perawatan spiritual ini, Kementerian Agama mendorong layanan bimbingan rohani yang dapat menjangkau masyarakat secara adil dan merata dengan memadukan pendekatan keilmuan, spiritualitas, dan nilai-nilai kemanusiaan.
Buku Muslim Chaplaincy Indonesia diharapkan menjadi acuan dalam pengembangan profesi pembimbing rohani di Indonesia, baik di lingkungan lembaga pemerintah maupun organisasi masyarakat sipil, sehingga layanan pendampingan spiritual dapat semakin profesional dan memenuhi kebutuhan masyarakat.










