TVRINews, Kupang
Kementerian Kehutanan terus memperkuat pembinaan generasi muda melalui Saka Wanabakti sebagai upaya menyiapkan kader pelestari hutan di masa depan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Penguatan Pembinaan Saka Wanabakti Wilayah Nusa Tenggara Timur yang digelar pada 20–21 Juli 2026 di Kupang.
Kegiatan tersebut meliputi peresmian Kawasan Hutan dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Mapoli sebagai Camping Ground Saka Wanabakti dan Basecamp Genries, pelaksanaan Kemah Bakti Saka Wanabakti, Forum Konsolidasi Penguatan Saka Wanabakti, hingga peninjauan KHDTK Oelsonbai sebagai lokasi pendidikan lapangan.
Pelaksana Tugas Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Kehutanan sekaligus Ketua Pimpinan Saka Wanabakti Nasional, Indra Exploitasia, mengatakan pembinaan Saka Wanabakti merupakan investasi jangka panjang untuk mencetak sumber daya manusia kehutanan yang berkualitas dan berdaya saing.
"Keberhasilan pembinaan tidak diukur dari berakhirnya sebuah kegiatan, tetapi dari lahirnya generasi muda yang terus berkarya, berkolaborasi, dan menghadirkan aksi nyata bagi kelestarian hutan di mana pun mereka berada,"ujar Indra dalam keterangan tertulis, Selasa, 21 Juli 2026.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan Generasi Pelestari Hutan sekaligus Sekretaris Umum Pimpinan Saka Wanabakti Nasional, Luckmi Purwandari, menilai penguatan pembinaan perlu didukung dengan pembelajaran yang dekat dengan kondisi lapangan serta kolaborasi berbagai pemangku kepentingan.
"Kami ingin setiap KHDTK menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda untuk belajar, memimpin, dan mengabdi. Ketika mereka kembali ke daerahnya masing-masing, mereka diharapkan menjadi penggerak lahirnya aksi-aksi pelestarian hutan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,"ungkap Luckmi.
Peresmian KHDTK Mapoli menjadi salah satu agenda utama dalam kegiatan tersebut. Kawasan seluas 16,6 hektare yang telah ditetapkan sebagai kawasan hutan pendidikan dan pelatihan sejak 2017 itu kini diproyeksikan menjadi pusat pembelajaran lapangan bagi anggota Saka Wanabakti.
Melalui kawasan tersebut, peserta diharapkan dapat mempelajari praktik konservasi, rehabilitasi hutan, pengelolaan ekosistem, serta berbagai kegiatan kehutanan secara langsung di lapangan.
Selama kegiatan, peserta juga mengikuti Kemah Bakti Saka Wanabakti yang berisi pembinaan karakter, penguatan kepemimpinan, peningkatan keterampilan kepramukaan bidang kehutanan, serta pendidikan lapangan. Program ini ditujukan untuk membentuk generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian hutan dan mampu menjadi penggerak aksi lingkungan di daerahnya.
Selain itu, Forum Konsolidasi Penguatan Saka Wanabakti Wilayah Nusa Tenggara Timur mempertemukan Pimpinan Saka Wanabakti Nasional, Balai P2SDM Wilayah VII Kupang, Unit Pelaksana Teknis Kementerian Kehutanan di NTT, Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Provinsi NTT, Kwartir Cabang Kota Kupang, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya.
Forum tersebut menghasilkan komitmen bersama untuk mengoptimalkan pemanfaatan KHDTK sebagai sarana pembinaan Saka Wanabakti melalui pendidikan lapangan, pelatihan, perkemahan, dan berbagai kegiatan kepramukaan bidang kehutanan sesuai karakteristik masing-masing kawasan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan peninjauan KHDTK Oelsonbai guna melihat potensi kawasan sebagai pusat pendidikan lapangan, pelatihan, penelitian, dan pembinaan Saka Wanabakti.
Ke depan, Kementerian Kehutanan akan terus memperkuat pembinaan Saka Wanabakti melalui sinergi lintas Unit Eselon I. Kolaborasi tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan pelaksanaan empat Krida Saka Wanabakti, yakni Tata Wana, Guna Wana, Bina Wana, dan Reksa Wana, dengan memanfaatkan sumber daya dan kompetensi teknis yang dimiliki setiap unit.
Langkah ini diharapkan mampu menghadirkan pembinaan yang lebih terpadu, berbasis pengalaman lapangan, serta menghasilkan generasi muda yang kompeten dan siap berkontribusi dalam menjaga kelestarian hutan Indonesia.










