TVRINews – Tasikmalaya
PNM dan Yonif 939 Perkuat Kolaborasi Sosial Melalui Aksi Kemanusiaan di Tasikmalaya
PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mempertegas komitmennya dalam pemberdayaan sosial melalui kolaborasi strategis bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Bertempat di Lapangan Gandara Group 37, Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Senin (4/5), ratusan prajurit dari Batalyon TP 939/Macan Putih berpartisipasi dalam aksi donor darah massal yang diintegrasikan dengan program bakti sosial.
Komitmen ini menandai sinergi berkelanjutan antara sektor Badan Usaha Milik Negara (BUMN), militer, dan sektor swasta guna menjawab kebutuhan krusial akan stok darah nasional, khususnya di wilayah Jawa Barat.
Direktur Bisnis PNM, Kindaris, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan manifestasi dari pilar modal sosial perusahaan.
Menurutnya, peran PNM telah bertransformasi melampaui sekadar penyedia pembiayaan finansial melalui program Mekar dan ULaMM.
"Kegiatan ini melibatkan lebih dari 500 peserta. Kami berharap kolaborasi lintas institusi ini tidak hanya bersifat seremonial, namun menjadi fondasi kemitraan yang lebih kokoh di masa depan," ujar Kindaris di sela-sela peninjauan kegiatan.
Ia menambahkan bahwa aspek pendampingan intelektual dan dukungan sosial menjadi instrumen penting bagi PNM dalam memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas.
Di sisi lain, keterlibatan aktif TNI dalam agenda ini dipandang sebagai bentuk pengabdian teritorial.
Komandan Yonif TP 939/Macan Putih, Letkol Infanteri Deddy Setya Wijaya, menginstruksikan seluruh personelnya, yakni sebanyak 546 prajurit, untuk berkontribusi dalam aksi kemanusiaan tersebut.
"Donor darah adalah bentuk amal sekaligus upaya menjaga kesehatan prajurit. Di tengah krusialnya ketersediaan stok darah saat ini, kontribusi ini diharapkan mampu menjadi solusi praktis bagi masyarakat Tasikmalaya," jelas Letkol Deddy Setya Wijaya.
Lebih lanjut, Deddy memproyeksikan bahwa kemitraan ini akan berkembang ke sektor-sektor strategis lainnya.
Selain bakti sosial, pihaknya tengah merancang program penguatan ketahanan pangan yang mencakup sektor pertanian dan perikanan.
Hal ini selaras dengan peta jalan nasional untuk mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045 melalui kesejahteraan masyarakat yang merata.
Aksi yang terselenggara berkat kerja sama dengan Gandara Group 37 ini menunjukkan bahwa sinkronisasi antara kebijakan korporasi dan fungsi teritorial militer dapat menciptakan dampak sosial yang signifikan, sekaligus memperkuat ketahanan komunitas di tingkat lokal.










