TVRINews, Jakarta
PT Nindya Karya (Persero) mempercepat pengerjaan proyek Sekolah Rakyat di Kabupaten Takalar dan Kota Makassar. Percepatan dilakukan dengan menambah sekitar 700 pekerja serta menerapkan skema kerja dua shift untuk mengejar target penyelesaian sesuai jadwal pemerintah.
Program ini merupakan bagian dari agenda prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam memperluas pemerataan pendidikan dan penyediaan layanan belajar gratis bagi masyarakat.
Komisaris Utama Nindya Karya, Michael Umbas, menekankan bahwa proyek ini harus menjadi prioritas karena manfaatnya bersinggungan langsung dengan kebutuhan masyarakat.
“Tidak ada ruang untuk kendala yang dibiarkan berlarut. Semua persoalan harus direspons cepat, dikoordinasikan, dan diselesaikan di lapangan. Target waktu tetap harus kita jaga,” ujarnya dalam pernyataan tertulis, Senin, 4 Mei 2026
Umbas juga turun langsung ke lokasi pembangunan di Takalar dan Makassar pada Sabtu (2/5) untuk memastikan ritme kerja tetap konsisten dan standar konstruksi dijalankan.
“Percepatan bukan berarti mengabaikan kualitas. Aspek K3 dan tata kelola proyek tetap menjadi garis tegas yang harus dipatuhi,” kata Umbas.
Pembangunan Sekolah Rakyat mencakup persiapan lahan, pekerjaan struktur, arsitektur, MEP, instalasi furniture, hingga penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi.
Perkembangan Proyek
• Takalar dibangun di atas lahan ± 58.910 m² dan kini berada di fase penyelesaian.
• Makassar berdiri di atas lahan ± 71.239 m², dengan progres lebih maju dibanding Takalar.
Untuk mengejar tenggat waktu, tim proyek memperkuat pasokan material, melakukan optimalisasi teknis, dan meningkatkan jumlah pekerja di lapangan.
“Kami melihat komitmen tim di Makassar dan Takalar sangat baik, dan ini harus terus dijaga. Tidak ada alasan untuk terlambat,” tegasnya.
Meski di Makassar progres lebih cepat, percepatan tetap diminta agar penyelesaian proyek kedua wilayah dapat selesai tepat waktu tanpa opsi perpanjangan.










