TVRINews, Jakarta
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno menegaskan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) menjadi salah satu terobosan pemerintah, untuk memastikan pendidikan berkualitas dapat diakses seluruh anak Indonesia tanpa terkecuali.
Hal itu disampaikan Pratikno saat bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) SNT Angkatan Pertama di SNT 7 Bogor, Senin, 10 Agustus 2026.
Pratikno mengatakan, penyelenggaraan SNT merupakan bagian dari pelaksanaan arahan Presiden untuk memperluas pemerataan akses pendidikan berkualitas di seluruh Indonesia.
"Arahan Bapak Presiden bahwa akses pendidikan berkualitas itu harus bisa dijangkau oleh anak-anak di seluruh Indonesia. Oleh karena itu, salah satu program beliau adalah membangun Sekolah Nasional Terintegrasi yang merata di seluruh Indonesia. Tahun ajaran 2026 ini kita memulai dengan 17 Sekolah Nasional Terintegrasi di 17 daerah," ujar Pratikno dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Senin, 10 Agustus 2026.

Menurut Pratikno, SNT mengusung konsep integrasi jenjang pendidikan, terutama Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA), dalam satu manajemen kelembagaan. Konsep tersebut diharapkan dapat menjaga kesinambungan proses pembelajaran siswa.
"Ini terintegrasi antar layer, terutama antar SMP dengan SMA, artinya, pertama tentu saja harus ada transformasi kelembagaan karena yang tadinya dua sekolah sekarang menjadi satu sekolah dengan satu manajemen," jelas Pratikno.
Integrasi tersebut juga berdampak pada pengelolaan infrastruktur sekolah. Pratikno menjelaskan, fasilitas seperti sarana olahraga dan laboratorium yang sebelumnya tersedia secara terpisah dapat diintegrasikan dalam satu pengelolaan.
Pada tahap awal, pemerintah melalui Kemendikdasmen telah meresmikan 17 SNT yang tersebar di berbagai provinsi. Para siswa yang mengikuti pendidikan di SNT memiliki latar belakang serta potensi yang beragam, mulai dari bidang akademik, olahraga, seni budaya, hingga bidang lainnya.
Kemudian Pratikno menegaskan, pemerintah akan terus memperluas pembangunan SNT ke berbagai daerah. Untuk itu, ia mendorong dukungan dan sinergi pemerintah daerah agar program tersebut dapat berjalan optimal.
"Ini terobosan luar biasa agar pendidikan berkualitas bukan hanya dapat diakses oleh orang yang ada di kota dan orang yang mampu membayar, tetapi pendidikan berkualitas dapat dijangkau untuk seluruh anak di seluruh Indonesia. Progres ke sana yang terus kita upayakan," tegas Pratikno.
Selain pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan, Pratikno menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi para siswa SNT.
Hal tersebut sejalan dengan Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak (Gernas RANA) yang diluncurkan pemerintah sebagai upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas dari kekerasan.
"Kami juga telah meluncurkan program yang kita sebut dengan Gerakan Nasional Ruang Aman dan Nyaman untuk Anak. Kami harapkan tidak boleh ada kekerasan, karena kekerasan membawa trauma panjang. Oleh karena itu, kita harus bersama-sama membangun ekosistem pendidikan yang aman dan nyaman untuk anak," pesan Pratikno.









