TVRINews, Jakarta
Layanan Face Recognition Boarding Gate semakin diminati pelanggan kereta api jarak jauh di wilayah PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta. Sepanjang Januari hingga Juni 2026, sebanyak 1.689.524 pelanggan memanfaatkan fasilitas berbasis teknologi pengenalan wajah tersebut untuk proses boarding.
Face Recognition Boarding Gate merupakan inovasi KAI yang mempermudah proses pemeriksaan tiket di stasiun. Melalui layanan ini, pelanggan cukup memindai wajah di mesin yang tersedia tanpa perlu menunjukkan tiket fisik maupun kartu identitas kepada petugas.
Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, mengatakan penggunaan teknologi tersebut membuat proses boarding menjadi lebih cepat sekaligus memberikan kenyamanan bagi pelanggan saat memasuki area keberangkatan.
“Sepanjang Januari hingga Juni 2026, jumlah pengguna Face Recognition di wilayah Daop 1 Jakarta mencapai lebih dari 1,68 juta pelanggan. Angka ini menunjukkan semakin banyak pelanggan yang memanfaatkan proses boarding yang praktis, cepat, dan tetap mengutamakan keamanan,”kata Franoto dalam keterangan yang diterima tvrinews, Selasa, 28 Juli 2026.
Pada sistem boarding konvensional, pelanggan harus menunjukkan kartu identitas dan tiket perjalanan kepada petugas. Sebagian penumpang juga masih mencetak tiket di stasiun. Dengan Face Recognition, proses verifikasi dilakukan secara otomatis sehingga lebih praktis sekaligus mengurangi penggunaan tiket berbahan kertas.
Menurut Franoto, penerapan teknologi ini juga mendukung upaya pelestarian lingkungan melalui pengurangan penggunaan kertas.
“Selain memberikan kemudahan dan mempercepat proses boarding, pemanfaatan Face Recognition juga menjadi bagian dari upaya mendorong pelayanan yang lebih ramah lingkungan. Dengan tidak mencetak tiket, pelanggan turut berperan dalam mengurangi penggunaan kertas dan potensi timbulan sampah,”tambahnya.
Berdasarkan data KAI Daop 1 Jakarta, Stasiun Gambir menjadi stasiun dengan jumlah pengguna Face Recognition terbanyak, yakni 1.004.346 pelanggan atau sekitar 61 persen dari total penumpang yang berangkat dari stasiun tersebut.

(Pelanggan kereta menggunakan fasilitas face recognition untuk mengakses gerbang di stasiun Gambir. (Foto: Humas KAI Daop 1 Jakarta))
Sementara itu, Stasiun Pasar Senen mencatat 526.244 pengguna, disusul Stasiun Bekasi dengan 158.934 pengguna.
Saat ini, KAI menyediakan empat unit Face Recognition Boarding Gate di Hall Selatan Stasiun Gambir, enam unit di Stasiun Pasar Senen yang berada di area Peron 1 dan Peron 3–4, serta tiga unit di Stasiun Bekasi.
KAI juga memastikan keamanan data pribadi pelanggan dalam penggunaan layanan tersebut. Data yang tersimpan hanya digunakan untuk proses verifikasi identitas saat boarding dan dikelola sesuai ketentuan perlindungan data pribadi.
“KAI memastikan data pelanggan tidak digunakan di luar kebutuhan pelayanan dan verifikasi perjalanan. Keamanan serta kerahasiaan data menjadi bagian penting dalam penerapan teknologi Face Recognition,”ucapnya.
Bagi pelanggan yang ingin menggunakan layanan ini, registrasi dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI dengan mengisi data identitas dan melakukan pemindaian wajah. Pendaftaran juga dapat dilakukan langsung melalui petugas di Stasiun Gambir, Stasiun Pasar Senen, dan Stasiun Bekasi.
Setelah terdaftar, pelanggan cukup menuju Face Recognition Boarding Gate. Sistem akan mencocokkan wajah dengan data identitas dan tiket yang tersimpan. Jika data sesuai, pintu keberangkatan akan terbuka secara otomatis.
KAI menegaskan akan terus mengembangkan layanan digital untuk meningkatkan kualitas pelayanan serta memberikan pengalaman perjalanan yang lebih mudah, efisien, aman, dan nyaman bagi pelanggan.
“Kami mengajak pelanggan memanfaatkan layanan Face Recognition agar proses boarding menjadi lebih ringkas. KAI akan terus mengevaluasi dan meningkatkan kualitas fasilitas ini sebagai bagian dari transformasi pelayanan kepada masyarakat,”pungkasnya.









