TVRINews, Batang
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait menyatakan Program Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan berhasil menggerakkan sektor usaha dan ekonomi rakyat. Hingga kini, nilai penyaluran KUR Perumahan telah mencapai sekitar Rp880 miliar dan dimanfaatkan oleh puluhan ribu pelaku usaha.
Hal itu disampaikan Maruarar dalam acara Akad Massal 62.710 Unit KPR Rumah Subsidi dan Penyaluran KUR Perumahan di Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis, 30 Juli 2026.
Maruarar menjelaskan, KUR Perumahan merupakan program baru yang dihadirkan Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung sektor perumahan. Berbeda dengan FLPP yang berfokus pada pembiayaan kepemilikan rumah subsidi, KUR Perumahan ditujukan untuk memperkuat rantai usaha di sektor perumahan di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.
"Pada kesempatan ini saya juga ingin melaporkan bahwa Bapak Presiden untuk pertama kalinya menghadirkan program KUR Perumahan. FLPP merupakan sisi pembiayaan rumah subsidi, sedangkan KUR Perumahan berada di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian," kata Maruarar, Kamis, 30 Juli 2026.
Ia mengungkapkan, penyalur terbesar KUR Perumahan saat ini adalah BRI. Program tersebut telah memberikan pembiayaan kepada toko bangunan sekitar Rp1,36 triliun, pengembang sekitar Rp1,103 triliun, dan kontraktor sekitar Rp299 miliar. Secara keseluruhan, perputaran ekonomi yang dihasilkan mencapai sekitar Rp6,9 triliun.
Menurut Maruarar, manfaat KUR Perumahan juga dirasakan langsung oleh pelaku UMKM. Hingga saat ini, sekitar 96 ribu pelaku UMKM telah memanfaatkan program tersebut meski belum genap berjalan satu tahun sejak diluncurkan pada akhir 2025.
"Artinya, program yang Bapak ciptakan terserap sangat baik oleh masyarakat. Karena itulah kuotanya dinaikkan oleh Pak Airlangga dari Rp36 triliun menjadi Rp50 triliun agar semakin banyak rakyat Indonesia yang dapat menikmatinya," ucapnya.
Selain memperkuat akses pembiayaan usaha, Maruarar menilai sektor perumahan memiliki dampak besar terhadap penciptaan lapangan kerja. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor perumahan menyerap sekitar 8,657 juta tenaga kerja pada periode Februari 2025 hingga Februari 2026.
Ia menambahkan, pemerintah akan terus memperkuat ekosistem perumahan melalui kolaborasi berbagai pihak agar program pembiayaan, baik FLPP maupun KUR Perumahan, semakin mendorong pertumbuhan ekonomi dan memperluas kesempatan kerja di berbagai daerah.









