Badan Geologi Indonesia menyatakan bahwa pulau vulkanik yang terletak di Selat Sunda, di antara pulau utama Jawa dan Sumatra, telah menunjukkan tanda-tanda aktivitas sejak hari Jumat 4 September 2026 sebelum akhirnya meletus selama 30 detik pada hari Minggu 6 september 2026 pukul 03.53 waktu setempat.
Rekaman kamera pengawas (CCTV) memperlihatkan kilatan lahar dari gunung berapi tersebut.
Tidak ada laporan korban jiwa yang diterima dan belum ada perintah evakuasi yang dikeluarkan. Permukiman terdekat berjarak lebih dari 16 kilometer, namun pihak berwenang tetap memperingatkan warga serta pengunjung untuk tidak mendekati radius minimal 3 kilometer dari kawah aktif.
Sumber: AP News









