TVRINews, Nias Selatan
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan pelestarian, pengembangan, dan pemanfaatan kebudayaan memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Hal itu disampaikan saat menghadiri peringatan Hari Jadi ke-23 Kabupaten Nias Selatan di Lapangan Orurusa, Teluk Dalam, sebagai bagian dari kunjungan kerjanya di Nias Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, Fadli Zon mengapresiasi penyelenggaraan festival budaya yang menjadi rangkaian peringatan hari jadi Kabupaten Nias Selatan bertema "Talahi Bersama Membangun Nias Selatan". Menurutnya, festival tersebut menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkuat identitas budaya sekaligus menampilkan kekayaan tradisi yang dimiliki daerah tersebut.
Fadli menilai Nias Selatan merupakan salah satu daerah yang memiliki warisan budaya bernilai tinggi bagi Indonesia. Beragam tradisi, seni, arsitektur, hingga situs budaya menjadi identitas masyarakat yang perlu terus dijaga keberlangsungannya.
“Tradisi hundu batu atau lompat batu yang merupakan satu-satunya di dunia, berbagai tradisi tari, seni pertunjukan, rumah adat Omo Sebua dan Omo Hada, batu-batu megalitik, serta pengetahuan tradisional yang masih hidup di tengah masyarakat, termasuk cagar alam Bawomataluo yang akan terus diperjuangkan menjadi Warisan Dunia UNESCO, merupakan kekayaan budaya yang harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” kata Menbud Fadli dalam keterangan yang diterima tvrinews, Rabu, 29 Juli 2026.
Menurut Fadli, di tengah perkembangan modernisasi dan globalisasi, pelestarian budaya harus dilakukan secara berkelanjutan agar tidak tergerus oleh perubahan zaman. Ia menegaskan upaya tersebut merupakan amanat konstitusi untuk memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia.

(Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon (tengah). (Foto: kemenbud RI))
“Sesuai juga dengan tema ‘Talahi Bersama,’ pelestarian, pengembangan, serta pemanfaatan kebudayaan tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Harus ada sinergi, kolaborasi, kerja sama, dan gotong royong antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, termasuk di tingkat kabupaten, bersama masyarakat, komunitas, swasta, korporasi, dan individu-individu terkait,” tambahnya.
Dalam kunjungan itu, Fadli juga menyampaikan komitmen Kementerian Kebudayaan untuk mendukung pelestarian dan revitalisasi rumah adat di Nias Selatan. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga warisan arsitektur tradisional sekaligus memperkuat ekosistem kebudayaan dengan memberikan ruang yang lebih luas bagi seniman, budayawan, komunitas adat, dan pelaku budaya untuk terus berkarya.
Selain itu, ia menilai potensi pariwisata berbasis budaya di Nias Selatan sangat besar. Kekayaan tradisi dan seni pertunjukan yang dimiliki daerah tersebut dinilai mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Bupati Nias Selatan Sokhiatulo Laia mengatakan peringatan hari jadi daerah bukan sekadar mengenang perjalanan sejarah, tetapi juga menjadi momentum memperkuat semangat pembangunan menuju masa depan yang lebih baik.
“Melalui tema ‘Talahi Bersama Membangun Nias Selatan,’ Pemerintah Kabupaten Nias Selatan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun budaya komunikasi yang terbuka, koordinasi yang efektif, dan kolaborasi yang nyata sebagai landasan pembangunan daerah,” ungkap Laia.
Kementerian Kebudayaan berharap sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, komunitas, sektor swasta, dan masyarakat terus diperkuat agar pelestarian budaya tidak hanya menjaga identitas bangsa, tetapi juga mendorong pengembangan pariwisata budaya, pemberdayaan masyarakat, dan pembangunan daerah yang berkelanjutan.









