TVRINews, Jakarta
Delegasi Kantor Perwakilan Rossotrudnichestvo di Indonesia (Russian House in Indonesia) mengunjungi SMA Taruna Nusantara di Magelang, Jawa Tengah, Selasa, 6 Oktober 2026. Dalam kunjungan tersebut, Russian House menyerahkan 258 set buku pelajaran dan materi pembelajaran bahasa Rusia untuk mendukung program percontohan pengajaran bahasa Rusia di sekolah tersebut.
Bahasa Rusia kini menjadi bagian dari kurikulum sekolah bagi siswa kelas X dan XI, dengan 51 siswa mulai mengikuti pembelajaran pada tahap pertama. Program ini dirancang agar para siswa dapat meningkatkan kemampuan bahasa Rusia secara bertahap, mulai dari tingkat A1 hingga B1 saat menyelesaikan pendidikan di kelas XII. Melalui program ini, para siswa tidak hanya berkesempatan mengenal budaya Rusia, tetapi juga membangun dasar kemampuan bahasa yang kuat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, termasuk di berbagai universitas di Rusia.
Kepala Russian House in Indonesia, Nikita Shilikov, mengatakan dimasukkannya bahasa Rusia ke dalam kurikulum sekolah menjadi langkah penting dalam memperkuat kerja sama pendidikan dan hubungan masyarakat antara Rusia dan Indonesia.

(Foto: SMA Taruna Nusantara)
"Dimasukkannya bahasa Rusia ke dalam kurikulum sekolah merupakan langkah penting yang memiliki makna istimewa bagi kedua negara," kata Nikita dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com, Kamis, 8 Oktober 2026.
"Kami memandang inisiatif ini bukan sekadar proyek pendidikan baru, melainkan sebagai investasi jangka panjang dalam mempererat hubungan antarmasyarakat, membangun saling pengertian, serta memperkuat persahabatan antara rakyat Rusia dan Indonesia," lanjutnya.
Menurutnya, penguasaan bahasa asing dapat membuka peluang bagi generasi muda, baik untuk melanjutkan pendidikan, mengembangkan karier, maupun mengenal budaya negara lain secara lebih mendalam.
"Inisiatif seperti inilah yang menjadi landasan kuat bagi penguatan kemitraan bilateral kita di masa mendatang," ujar Nikita.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia serta jajaran pimpinan SMA Taruna Nusantara yang mendukung pelaksanaan program tersebut.
"Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang sebesar- besarnya kepada Pemerintah Republik Indonesia atas perhatian dan komitmennya dalam mengembangkan kerja sama di bidang pendidikan, sosial budaya, dan humaniora antara kedua negara," ucapnya.
Sebanyak 258 set buku dan materi pembelajaran yang diserahkan kepada sekolah diperoleh melalui dukungan Dewan Publik Rossotrudnichestvo. Bahan ajar tersebut diharapkan dapat menunjang proses pembelajaran bahasa Rusia secara terstruktur dan berkesinambungan selama program berlangsung.
Program ini juga melibatkan HSE University atau National Research University Higher School of Economics sebagai mitra. Direktur Departemen Kantor Perwakilan HSE University, Svyatoslav Kvartalnov, turut hadir dalam pertemuan dengan jajaran pimpinan SMA Taruna Nusantara.
Melalui dukungan Pusat Bahasa dan Budaya Rusia HSE University, guru bahasa Rusia di SMA Taruna Nusantara yang merupakan penutur asli bahasa Rusia juga memperoleh kesempatan mengikuti program pengembangan kompetensi profesional dalam pengajaran bahasa Rusia sebagai bahasa asing.
Pelaksanaan program pembelajaran bahasa Rusia di SMA Taruna Nusantara diharapkan menjadi bagian dari penguatan kerja sama pendidikan antara Rusia dan Indonesia. Kolaborasi tersebut juga diharapkan membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda Indonesia untuk mempelajari bahasa dan budaya Rusia serta memperluas peluang pendidikan di tingkat internasional.










