TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, menegaskan bahwa seni rupa memiliki potensi besar untuk menjadi mesin pertumbuhan baru atau the new engine of growth bagi ekonomi kreatif Indonesia.
Menurutnya, ruang-ruang apresiasi seperti Tatler Studio 300 tidak hanya menjadi tempat memamerkan karya, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi seniman untuk terhubung dengan berbagai pemangku kepentingan industri kreatif.
"Tatler Studio 300 sebagai platform yang menghubungkan karya seni dengan jejaring industri kreatif, kolektor, investor, media, dan komunitas budaya yang memiliki pengaruh terhadap perkembangan pasar seni Indonesia," ujar Irene dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Minggu, 21 Juni 2026.
Irene menilai kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan hexahelix menjadi kunci untuk memperkuat ekosistem seni rupa. Sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas, media, dan investor diyakini mampu meningkatkan nilai ekonomi karya seni sekaligus memperluas pasar bagi para seniman Indonesia.

Tatler Studio 300 sendiri dikurasi sebagai platform art showcase yang menghadirkan pengalaman seni dalam suasana lebih eksklusif dan intim. Pameran ini dirancang layaknya sebuah rumah, sehingga karya-karya yang ditampilkan dapat membangun dialog yang lebih hidup dengan para pengunjung.
Sebanyak 14 seniman Indonesia turut ambil bagian dalam pameran tersebut. Mereka menghadirkan beragam karya, mulai dari seni lukis kontemporer, street art, fotografi, hingga berbagai eksperimen visual yang merefleksikan kekayaan ekspresi seni rupa Tanah Air.
Melalui wadah seperti Tatler Studio 300, Irene berharap semakin banyak ruang kolaborasi yang mempertemukan pelaku seni, pebisnis, tokoh berpengaruh, hingga komunitas budaya. Dengan demikian, seni rupa Indonesia tidak hanya berkembang dari sisi apresiasi, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah ekonomi dan memperkuat daya saing di pasar global.










