TVRINews, Jakarta
Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) menegaskan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Gameseed 2026 sebagai ajang strategis untuk memperkuat ekosistem industri gim nasional sekaligus membuka peluang bagi kreator lokal bersaing di pasar global.
Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya menyampaikan bahwa subsektor gim kini menjadi salah satu dari tujuh sektor prioritas ekonomi kreatif yang memiliki potensi besar dalam menciptakan nilai tambah ekonomi serta membuka lapangan kerja baru.
"Industri gim bukan lagi sekadar hobi. Gim menjadi subsektor ekonomi kreatif dengan potensi raksasa yang mampu menciptakan nilai tambah tinggi dan lapangan kerja baru. Kementerian Ekraf berkomitmen penuh memastikan para developer lokal tidak berjuang sendirian untuk naik level dan bersaing di panggung global," ujar Riefky dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Minggu, 21 Juni 2026.
Ia menegaskan bahwa Gameseed tidak hanya berfungsi sebagai kompetisi, tetapi juga sebagai jembatan menuju industri gim yang berkelanjutan, melalui proses inkubasi bagi para peserta untuk mengembangkan karya mereka.
Tahun ini, Gameseed memperkenalkan kategori baru Mobile Stream, seiring dengan dominasi pasar gim mobile di Indonesia. Program ini resmi dibuka dengan partisipasi lebih dari 2.300 peserta yang tergabung dalam ratusan tim, serta mendapat dukungan dari Garena Indonesia dan Zero Stress.
Lebih lanjut, Riefky juga memberikan apresiasi kepada para peserta yang telah berani mengikuti kompetisi tersebut. Ia menekankan bahwa Gameseed 2026 akan menjadi ruang untuk mengasah ide, kreativitas, serta kerja keras para pengembang gim muda Indonesia.
Sementara itu, Direktur Gim Kementerian Ekraf, Luat Sihombing menekankan pentingnya pemahaman aspek bisnis dalam industri gim, termasuk kemampuan membaca pasar, mengelola ruang lingkup pengembangan, hingga kesiapan melakukan penyesuaian strategi.
Dari sisi industri, Presiden Asosiasi Gim Indonesia (AGI), Syafiq Husein menyoroti tantangan utama pengembang lokal yang tidak hanya berhenti pada proses inkubasi, tetapi juga pada kemampuan bertahan secara komersial setelah program berakhir.
Perwakilan publisher Zero Stress, Vincent Ismawan, turut menyoroti kesenjangan antara produksi gim lokal dan kebutuhan pasar, di mana segmen mobile mendominasi pasar gim nasional dengan nilai mencapai 1,5 miliar dolar AS.
Gameseed 2026 juga mengusung tiga tema pilihan audiens, yakni So Absurd It’s Cool, Inner Childhood Dream, dan Meme Driven, yang dapat digunakan secara tunggal maupun dikombinasikan oleh peserta.
Dengan konsep inkubasi, penguatan aspek bisnis, serta dorongan menuju self-publishing, Gameseed diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain penting dalam industri gim global.










