TVRINews, Jakarta
Menteri Pekerjaan Umum, Dody Hanggodo, memastikan percepatan pembangunan Jalan Tol Kayuagung–Palembang–Betung terus digenjot untuk memperkuat konektivitas koridor Jalan Tol Trans Sumatera. Dua seksi utama — Seksi 1 Kramasan–Sungai Rengas dan Seksi 2 Sungai Rengas–Pangkalan Balai — ditargetkan tuntas pada kuartal III 2026.
“Kami berkomitmen memastikan proyek ini selesai tepat waktu. Dampaknya sangat besar untuk mobilitas masyarakat dan distribusi logistik di Sumatera,” tegas Menteri Dody dalam keterangan resmi, Selasa, 5 Mei 2026.
Ruas tol sepanjang 111,69 km ini merupakan salah satu bagian strategis jaringan Tol Trans Sumatera. Segmen Kayuagung–Palembang sepanjang 37,62 km telah beroperasi, sementara pembangunan lanjutan menuju Betung sepanjang 69,19 km kini berlangsung intensif.
Percepatan Difokuskan pada Dua Seksi Prioritas
Tol Palembang–Betung dibangun dalam tiga seksi:
* Seksi 1 Kramasan–Sungai Rengas (21,5 km)
* Seksi 2 Sungai Rengas–Pangkalan Balai (33 km)
* Seksi 3 Pangkalan Balai–Betung (14,69 km)
Dua seksi pertama menjadi fokus percepatan karena akan membuka akses lebih cepat dari Palembang menuju kawasan utara Sumatera Selatan serta memperlancar arus logistik antardaerah.
“Seksi 1 dan Seksi 2 kami dorong maksimal karena keduanya menjadi tulang punggung konektivitas wilayah Palembang dan sekitarnya,” ujar Menteri Dody.
Sementara itu, Seksi 3 mencatat pembebasan lahan 86,15% dan progres konstruksi 51,82%. Seksi ini dijadwalkan selesai pada awal 2027.
Waktu Tempuh Turun dari 3 Jam Menjadi 1 Jam
Tol ini diproyeksikan memangkas waktu perjalanan Palembang–Betung dari sekitar tiga jam menjadi hanya satu jam. Selain itu, keberadaan tol akan mendongkrak efisiensi logistik dan ekonomi kawasan.
“Dengan beroperasinya ruas ini nanti, biaya transportasi turun, waktu tempuh lebih singkat, dan konektivitas Sumatera Selatan semakin kompetitif,” ujar Dody.
Ruas Kayuagung–Palembang–Betung akan menjadi salah satu titik penting dalam memperkuat akses utama Trans Sumatera, yang menjadi tulang punggung mobilitas orang dan barang di Pulau Sumatera.










