TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) menegaskan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan berbasis kebutuhan lokal.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto mengatakan, Presiden Prabowo Subianto secara khusus meminta laporan terkait sejauh mana kontribusi kampus dalam membantu pemerintah daerah, terutama dalam menyelesaikan persoalan-persoalan strategis.
Hal tersebut disampaikan usai dirinya mengikuti rapat terbatas di Istana Kepresidenan RI. Dalam rapat yang juga dihadiri jajaran Kabinet Merah Putih serta pimpinan BUMN, dibahas keterlibatan perguruan tinggi dalam mendampingi pemerintah daerah melalui program Gerakan Nasional Aman, Sehat, Resik, Indah (ASRI).
“Bapak Presiden telah memberikan petunjuk dan arahan beberapa waktu lalu bahwa kampus-kampus, terutama bidang-bidang yang relevan dengan kebutuhan daerah, misalnya penanganan sampah, kerapian, terkait dengan program ASRI Bapak Presiden, bagaimana pemda-pemda itu bisa dibantu, di- back up oleh kampus-kampus, peneliti, guru-guru besar,” jelasnya dalam keterangan tertulis yang diterima tvrinews.com kutip Selasa, 5 Mei 2026.
Selain itu, ia menuturkan di sejumlah bidang keilmuan memiliki peran penting dalam mendukung program tersebut. Misalnya, arsitektur untuk penataan kota, serta teknik lingkungan dan teknik mesin dalam penanganan persoalan sampah di daerah.
“Bapak Presiden tadi menanyakan perkembangan itu. Diharapkan setiap daerah, provinsi maupun kota, kabupaten, itu kampus memiliki tim yang nantinya menjadi seperti asisten untuk kepala daerahnya, membantu menyelesaikan permasalahan-permasalahan itu,” kata Menteri Brian.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian akan segera mengoordinasikan sejumlah perguruan tinggi di berbagai daerah untuk membentuk tim pendamping bagi pemerintah daerah.
Beberapa kampus yang akan dilibatkan antara lain Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, dan Universitas Gadjah Mada.
Tim tersebut nantinya diharapkan mampu memberikan masukan serta rekomendasi berbasis keilmuan kepada kepala daerah dalam menjalankan program ASRI secara lebih efektif.
“Ini sejalan dengan program kami, Diktisaintek Berdampak. Jadi, bagaimana penelitian, pengajaran yang ada di kampus itu relevan dengan kebutuhan yang ada di daerahnya masing-masing. Tadi, Bapak Presiden minta (keterlibatan kampus, red.) lebih terstruktur lagi supaya seluruh kampus bisa berperan,” tukasnya
Melalui kolaborasi ini, pemerintah berharap tercipta ekosistem pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan solutif, di mana peran ilmu pengetahuan dan teknologi benar-benar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di berbagai daerah.










