TVRINews, Jakarta
Kekurangan tenaga dokter dan keterbatasan akses pelayanan kesehatan masih menjadi persoalan di berbagai negara, termasuk negara maju. Bahkan, masyarakat di sejumlah negara harus menunggu satu hingga tiga bulan untuk mendapatkan tindakan medis tertentu.
Hal tersebut disampaikan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam The 2nd National Forum of the Indonesian Health Council 2026 yang diselenggarakan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada 28–31 Oktober 2026.
Forum yang mengusung tema "Strengthening Competence and Professionalism to Enhance Patient Safety and Quality of Care" tersebut menjadi ajang pembahasan mengenai penguatan kompetensi dan profesionalisme tenaga kesehatan untuk meningkatkan keselamatan pasien serta kualitas pelayanan.
Budi mengatakan, kekurangan dokter bukan hanya menjadi persoalan Indonesia, melainkan tantangan yang dihadapi hampir seluruh negara.
"Saya sudah bertemu dan berbicara dengan sekitar 72 Menteri Kesehatan dari berbagai negara. Pertemuan tersebut memberikan gambaran bahwa hampir semua negara menghadapi persoalan yang sama, yaitu kekurangan dokter. Tidak ada negara yang benar-benar merasa kelebihan dokter," terang Budi, saat memberikan paparan, Jumat, 30 Oktober 2026.
Menurutnya, negara maju juga masih menghadapi berbagai tantangan dalam penyelenggaraan pelayanan kesehatan, terutama terkait kemudahan masyarakat dalam mengakses layanan medis.
"Selain itu, masyarakat di berbagai negara juga mengeluhkan keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan," lanjutnya.
Budi mencontohkan Denmark sebagai salah satu negara maju yang masih menghadapi persoalan antrean pelayanan medis. Untuk mendapatkan tindakan medis tertentu, masyarakat harus menunggu hingga beberapa bulan.
"Bahkan di negara maju seperti Denmark, antrean untuk mendapatkan tindakan medis masih cukup panjang. Masyarakat harus menunggu satu hingga tiga bulan untuk memperoleh layanan tertentu, terutama untuk tindakan yang tidak dianggap sebagai prioritas utama," kata Budi.
Ia menegaskan, ketersediaan fasilitas kesehatan belum tentu menjamin masyarakat dapat memperoleh pelayanan medis secara cepat dan mudah.
"Artinya, negara maju pun belum tentu memiliki akses layanan kesehatan yang mudah. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi para Menteri Kesehatan di berbagai negara," pungkasnya.
Persoalan kekurangan dokter dan keterbatasan akses pelayanan kesehatan tersebut menunjukkan pentingnya penguatan sistem kesehatan secara menyeluruh. Peningkatan kompetensi dan profesionalisme tenaga kesehatan menjadi salah satu aspek yang dibahas dalam forum tersebut untuk mendukung keselamatan pasien dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.










