TVRINews, Jakarta
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina yang terdampak krisis kemanusiaan. Kali ini, sebanyak 4.520 paket bahan pokok makanan senilai Rp2,6 miliar dikirim menggunakan lima truk kontainer dari Ismailia, Mesir, menuju Gaza, Palestina, Kamis, 29 Oktober 2026.
Pelepasan bantuan dilakukan langsung oleh Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid bersama Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI Idy Muzayyad, Deputi Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI M. Imdadun Rahmat, serta jajaran BAZNAS RI di Ismailia, Mesir.
Paket bantuan tersebut berisi berbagai kebutuhan pangan, di antaranya pasta, kurma, aneka jenis keju, teh, gula, terigu, kacang-kacangan, minyak, dan ragi untuk membuat roti. Dalam proses persiapannya, BAZNAS RI juga melibatkan mahasiswa penerima manfaat Beasiswa Cendekia BAZNAS di Al-Azhar, Mesir, untuk membantu pengemasan bantuan.
Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid mengatakan, penyaluran bantuan tersebut merupakan bentuk amanah masyarakat Indonesia untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan warga Palestina yang masih menghadapi krisis kemanusiaan berkepanjangan. Terlebih, masyarakat yang tinggal di tenda-tenda pengungsian harus menghadapi kondisi sulit selama musim dingin.
"Saudara - saudaraku di Indonesia hari ini BAZNAS kembali dan kembali terus menyalurkan amanah para muzaki melalui BAZNAS dan hari ini saya selaku ketua BAZNAS RI bersama Pimpinan BAZNAS dan jajaran langsung datang ke Mesir untuk memastikan langsung penyaluran bantuan untuk menuju Palestina. Hari ini akan kita sebarkan lima truk atau sebanyak 4.520 paket bahan pokok makanan, ada sekitar 25 jenis bahan makanan yang disesuaikan dengan selera mereka," kata Sodik dalam keterangan tertulis, dikutip, Jumat, 30 Oktober 2026.
Ia menambahkan, BAZNAS RI akan terus mengawal proses pengiriman melalui prosedur logistik dan perizinan yang berlaku agar bantuan dapat sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
Sodik menjelaskan, bantuan diberangkatkan dari Gudang 4TDK di Ismailia dan diproses melalui kerja sama dengan Egyptian Red Crescent (ERC) sesuai protokol resmi lembaga tersebut.
Selanjutnya, bantuan dibawa ke gudang logistik ERC di Al-Arish untuk menjalani tahapan logistik dan pengurusan kode batang (barcode) sebagai bagian dari proses perizinan masuk perbatasan. Setelah seluruh tahapan selesai, bantuan akan diteruskan ke Gaza melalui perlintasan Kerem Shalom atau Karom Abu Salim.
Sodik juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Indonesia yang telah mempercayakan penyaluran bantuan untuk Palestina melalui BAZNAS. Ia mengajak masyarakat untuk terus menjaga solidaritas dan kepedulian terhadap warga Palestina.
Sementara itu, Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan BAZNAS RI Idy Muzayyad menyampaikan bahwa bantuan tersebut diperkirakan tiba di Gaza dalam waktu sekitar satu minggu.
“Kami sengaja turun langsung untuk memastikan bahwa bantuan yang diberikan sampai kepada masyarakat Gaza yang dituju dan tepat sasaran. Masyarakat Indonesia jangan berhenti untuk terus peduli kepada Palestina melalui sedekah karena masyarakat Palestina masih sangat membutuhkan lebih banyak bantuan,”ungkap Idy.
Sejak 2023 hingga saat ini, BAZNAS RI telah menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk Palestina senilai lebih dari Rp162 miliar dengan total penerima manfaat mencapai 878.461 orang.
Bantuan tersebut disalurkan melalui 20 jenis program, meliputi paket makanan, ambulans, tenda untuk rumah, sekolah dan masjid, toilet, penyediaan air bersih, selimut, obat-obatan, hingga beasiswa.










