TVRINews, Jakarta
Anggota Komisi VI DPR RI, Firnando H. Ganinduto, menyambut baik pertemuan negosiasi yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia dengan pemerintah Amerika Serikat (AS) terkait tarif perdagangan yang diberlakukan oleh AS.
Firnando berharap proses negosiasi tersebut dapat berjalan lancar dan diterima oleh pihak Amerika Serikat agar tarif resiprokal sebesar 32 persen yang diberlakukan oleh Presiden AS, Donald Trump, dapat diturunkan.
“Saya dapat info, besok kita akan diterima oleh Donald Trump untuk bernegosiasi masalah tarif ekspor. Kita berharap mudah-mudahan tarif ini akan turun drastis, di bawah 10% kalau bisa. Itu akan membuat industri-industri kita bisa kembali mengekspor ke Amerika maupun ke Eropa,” ucap Firnando saat ditemui di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa, 15 April 2025.
Ia menegaskan bahwa tarif tinggi yang diberlakukan saat ini berdampak besar terhadap industri dalam negeri, terutama sektor ekspor industri garmen dan tekstil.
“Karena market terbesar kita untuk ekspor, terutama di sektor garmen—di Jakarta banyak sekali industri garmen dan tekstil—pasarnya adalah Amerika dan Eropa. Dan memang betul, belakangan ini tarifnya dinaikkan cukup signifikan, sehingga membuat industri dalam negeri ‘berdarah-darah’,” ungkapnya.
“Di pasar lokal saja mereka sudah kesulitan, apalagi ekspor. Untuk mereka, kenaikan 1–3% saja itu sangat berarti dan berdampak besar pada daya saing di negara tujuan ekspor,” sambungnya.
Lebih lanjut, Firnando berharap agar kondisi industri Indonesia yang tengah tertekan bisa diselamatkan melalui keberhasilan negosiasi tarif dagang ini.
“Salah satu exit strategy untuk menyelamatkan industri kita adalah dengan mendorong ekspor. Jadi harapan kami, harapan saya pribadi, pemerintah harus berhasil menegosiasikan tarif ekspor ini. Karena kalau bukan melalui ekspor, sulit untuk menyelamatkan industri kita,” tandasnya.
Baca Juga: Sri Mulyani: Tunjangan Profesi dan Kinerja Dosen Bisa Diterima Bersamaan










