TVRINews, Jakarta
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat pertumbuhan positif pada sejumlah indikator ekonomi sektor kelautan dan perikanan selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Capaian tersebut terlihat dari peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), volume produksi perikanan, kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), hingga nilai ekspor.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, pemerintah terus mengoptimalkan produktivitas sektor kelautan dan perikanan dengan tetap menjaga keberlanjutan ekosistem.
“Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo, kami berupaya mengelola sektor ini seproduktif mungkin, tentunya tanpa mengabaikan keberlanjutan ekosistem perikanan yang ada,”kata Sakti dalam siaran resmi, Kamis, 22 Oktober 2026.
Dari sisi penerimaan negara, PNBP sektor kelautan dan perikanan meningkat dari Rp2,208 triliun pada 2024 menjadi Rp2,405 triliun pada 2025. Sementara itu, realisasi sementara hingga September 2026 tercatat sebesar Rp1,645 triliun.
Peningkatan juga terlihat pada volume produksi perikanan nasional. Pada 2024, produksi tercatat mencapai 23,56 juta ton, kemudian naik menjadi 26,25 juta ton pada 2025. Hingga triwulan III 2026, volume produksi perikanan telah mencapai 19,89 juta ton.
Pertumbuhan sektor perikanan turut tercermin dari kontribusinya terhadap PDB nasional. Pertumbuhan PDB perikanan tercatat sebesar 0,68 persen pada 2024, meningkat menjadi 4,95 persen pada 2025, dan mencapai 6,86 persen pada triwulan II 2026.
Sementara itu, kinerja ekspor perikanan Indonesia juga menunjukkan tren peningkatan. Nilai ekspor naik dari USD 5,95 miliar pada 2024 menjadi USD 6,27 miliar pada 2025. Hingga Agustus 2026, nilai ekspor perikanan tercatat mencapai USD 4,23 miliar.
Sakti mengatakan, KKP terus berupaya meningkatkan produktivitas sektor kelautan dan perikanan sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui pelaksanaan enam program prioritas yang diarahkan untuk memperluas penyerapan tenaga kerja dan meningkatkan daya saing produk perikanan Indonesia.
“Kami masih terus berupaya agar produktivitas terus bergerak naik, yang dibarengi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Saat ini fokus kami menjalankan enam program prioritas dari Bapak Presiden, yaitu Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), budidaya perikanan darat tematik, kawasan industri garam nasional, revitalisasi tambak Pantura, budidaya udang terintegrasi, serta modernisasi kapal perikanan, untuk menyerap lebih banyak tenaga kerja dan meningkatkan daya saing hasil perikanan kita di pasar domestik maupun global,”tandasnya.
Enam program tersebut meliputi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), budidaya perikanan darat tematik, pembangunan kawasan industri garam nasional, revitalisasi tambak Pantai Utara (Pantura), budidaya udang terintegrasi, serta modernisasi kapal perikanan.
Melalui program-program tersebut, KKP menargetkan peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing produk kelautan dan perikanan Indonesia di pasar dalam negeri maupun internasional.










