TVRINews, Jakarta
Sebanyak 138 mahasiswa dari 37 perguruan tinggi di DKI Jakarta dan Sumatra Barat akan menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Sumatra Barat 2026. Program bertajuk “Bangkik Basamo Mambangun Nagari” tersebut merupakan hasil kolaborasi LLDikti Wilayah III, LLDikti Wilayah X, dan Budi Luhur University.
Pelepasan peserta digelar di Budi Luhur University, Jakarta, sebagai penanda dimulainya rangkaian pengabdian mahasiswa di sejumlah wilayah Sumatra Barat. Para mahasiswa akan menjalankan program berbasis multidisiplin dengan pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
Kegiatan ini mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk berkolaborasi dalam merancang dan menjalankan program yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lokasi KKN.
Rektor Budi Luhur University, Agus Setyo Budi, mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk menguji penerapan ilmu yang selama ini diperoleh di bangku perkuliahan.
“Ini bukan sekadar momen pelepasan, tetapi momen yang membanggakan. Saatnya mahasiswa membuktikan apakah teori yang diperoleh di ruang kelas dapat diimplementasikan dengan baik di tengah masyarakat,” ujarnya.
Menurut Agus, keterlibatan puluhan perguruan tinggi dalam satu program menunjukkan bahwa persoalan di masyarakat dapat dihadapi melalui kerja sama lintas institusi.
“Berangkatlah dengan semangat, bekerjalah dengan hati yang tulus, pulanglah membawa pengalaman dan persaudaraan, serta tinggalkan sesuatu yang bermanfaat dan dikenang oleh masyarakat,” katanya.
Kepala LLDikti Wilayah III, Henri Tambunan, turut mengingatkan peserta agar mempersiapkan diri menghadapi kondisi dan lingkungan baru selama berada di lokasi pengabdian.
Ia meminta mahasiswa menjaga kesehatan dan keselamatan, sekaligus menghormati kebiasaan, adat, serta aturan yang berlaku di tengah masyarakat.
“Nikmati setiap proses selama berada di lokasi KKN. Tetap jaga kesehatan, jangan lupa makan meskipun sedang tidak berselera. Berbaurlah dengan masyarakat, hormati adat dan aturan yang berlaku, serta selalu utamakan keselamatan,” tuturnya.
Henri juga mengingatkan mahasiswa untuk memperhatikan ketentuan dalam mendokumentasikan lokasi maupun aktivitas tertentu selama berada di daerah pengabdian.
Sementara itu, Koordinator Umum Focal Point KKN Tematik, Arief Wibowo, mengapresiasi keterlibatan 37 perguruan tinggi dalam program tersebut. Menurutnya, kolaborasi lintas kampus menjadi kekuatan untuk memperluas jangkauan dan dampak pengabdian kepada masyarakat.
Pelepasan mahasiswa ditandai dengan penyematan rompi KKN Tematik kepada empat mahasiswa yang mewakili empat bidang program. Penyematan dilakukan oleh Kepala LLDikti Wilayah III, Rektor Budi Luhur University, dan Ketua Focal Point KKN Tematik.
Melalui tema “Bangkik Basamo Mambangun Nagari”, mahasiswa diharapkan tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga mampu membangun hubungan dengan masyarakat sekaligus mengasah kepemimpinan, kemampuan berkolaborasi, dan kepedulian sosial.
KKN Tematik Sumatra Barat 2026 juga menjadi bagian dari upaya mendorong kolaborasi antarperguruan tinggi melalui program yang menghasilkan inovasi dan solusi bagi masyarakat. Kegiatan tersebut diharapkan sejalan dengan semangat Diktisaintek Berdampak serta mendukung penguatan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045.
Dari total 37 perguruan tinggi yang terlibat, peserta berasal dari institusi di bawah LLDikti Wilayah III dan LLDikti Wilayah X. Kolaborasi lintas wilayah tersebut menjadi salah satu bentuk penguatan peran perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat.









