TVRINews, Jakarta
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 14.236 gempa bumi susulan setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026.
Data BMKG Stasiun Geofisika Kupang tersebut merupakan pembaruan hingga 10 September 2026 pukul 05.00 WIB.
Dari total gempa susulan yang tercatat, gempa dengan magnitudo terbesar mencapai 6,2, sedangkan yang terkecil berkekuatan 0,9.
BMKG juga mencatat 38 gempa susulan dengan magnitudo 5 atau lebih. Sementara itu, sebanyak 184 gempa susulan dirasakan oleh masyarakat.
Gempa utama M7,7 pada 15 Agustus 2026 diketahui berkaitan dengan aktivitas Flores Backarc Thrust. Peta sebaran gempa susulan BMKG menunjukkan aktivitas kegempaan tersebar di sekitar sumber gempa utama.
Dalam pemetaan tersebut, BMKG mengelompokkan gempa berdasarkan magnitudo, yakni M≤3, 3<M≤5, dan M>5, serta berdasarkan kedalaman dangkal, menengah, dan dalam.
Data sebaran gempa bumi tersebut bersumber dari BMKG Stasiun Geofisika Kupang, dengan data topografi GMT Earth Relief, data patahan PUSGEN 2024, serta data kelurusan sesar berdasarkan Badan Geologi Kementerian ESDM.
BMKG terus melakukan pemantauan terhadap perkembangan aktivitas gempa susulan pascagempa utama Flores M7,7.










