TVRINews, Jakarta
Prestasi pada Lomba Debat Indonesia (LDI) 2026 menjadi langkah awal bagi 15 talenta terbaik untuk mengembangkan kemampuan hingga ke tingkat internasional.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) bekerja sama dengan International Global Network (IGN) melanjutkan pembinaan para Best Speakers LDI cabang Debat Bahasa Inggris 2026.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Naskah Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Puspresnas dan IGN tentang Pengembangan Talenta Lomba Debat Indonesia dalam program Asia Youth International Model United Nations (AYIMUN).
Melalui program tersebut, 15 talenta terbaik akan mengikuti pembinaan lanjutan yang disiapkan IGN. Selanjutnya, tiga peserta terbaik akan memperoleh kesempatan mengikuti AYIMUN di Kuala Lumpur, Malaysia, pada Januari 2027.
Kepala Puspresnas Maria Veronica Irene Herdjiono mengatakan keberlanjutan pembinaan menjadi bagian dari kolaborasi dalam pengembangan talenta. Ia menekankan bahwa prestasi yang diraih di tingkat nasional perlu diikuti dengan perencanaan pengembangan jangka panjang.
“Yang pertama adalah kolaborasi, sebagaimana yang sudah kita lakukan saat ini. Selanjutnya adalah berkelanjutan, sehingga apa yang dihasilkan di tingkat nasional, anak-anak yang menjadi juara di tingkat nasional, perlu dipikirkan untuk jangka panjangnya. What next untuk kalian?” Ujar Irene dalam keterangan tertulis, dikutip, Kamis, 10 September 2026.
Menurut Irene, kompetisi nasional seharusnya tidak menjadi akhir dari proses pembinaan. Para talenta perlu mendapatkan pengalaman dan kesempatan yang lebih luas agar kemampuan mereka terus berkembang.
Ia berharap pengalaman di tingkat internasional dapat menjadi bekal bagi para peserta untuk kembali ke Indonesia dan memberikan kontribusi bagi masyarakat dan bangsa.
“Harapannya, setelah mendapatkan pengalaman dan kesempatan yang lebih luas, mereka dapat kembali ke Indonesia dan memberikan kontribusi untuk Indonesia,” lanjutnya.
Irene juga menegaskan pentingnya pembinaan talenta yang inklusif. Menurutnya, proses penemuan dan pengembangan talenta harus dimulai dari sekolah, kabupaten/kota, hingga tingkat nasional sehingga peserta dari berbagai daerah memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.
“Selanjutnya adalah inklusivitas. Pengembangan talenta harus dimulai dari sekolah, kabupaten/kota, dan berbagai daerah. Anak-anak yang hadir di sini merupakan mereka yang telah melalui proses dan menunjukkan prestasinya hingga tingkat nasional," jelasnya.
Selain prestasi akademik, Puspresnas juga menempatkan pembangunan karakter dan kemampuan berpikir kritis sebagai bagian penting dalam pembinaan talenta.
“Kami mengupayakan agar pembinaan dan penemuan prestasi dijalankan secara utuh, tidak semata-mata mengejar prestasi. Karena sering kali prestasi, ketika tidak didukung dengan karakter yang kuat dan critical thinking yang baik, hasilnya tidak akan berkembang secara optimal,” pungkasnya.
Sementara itu, President of International Global Network (IGN) Muhammad Fahrizal mengatakan kerja sama dengan Puspresnas menjadi langkah awal untuk memberikan ruang pengembangan yang lebih luas bagi talenta muda Indonesia.
“Ini merupakan langkah pertama. Kami berharap IGN dapat memberikan kontribusi bagi anak-anak muda di Indonesia,” ungkap Fahrizal.
Fahrizal menyampaikan, IGN ingin memberikan kesempatan kepada talenta muda untuk mengembangkan kemampuan dan pengalaman hingga ke tingkat internasional. Dengan demikian, prestasi yang diraih tidak berhenti setelah kompetisi nasional selesai.
“Kami ingin memberikan ruang kepada anak-anak muda di Indonesia agar prestasi mereka tidak berhenti di tingkat nasional. Kami berharap dapat mendampingi mereka untuk melangkah ke tingkat internasional,” tandasnya.
Kerja sama Puspresnas dan IGN menjadi bagian dari upaya membangun pembinaan talenta yang berkelanjutan. Melalui pembinaan dan pengalaman di forum internasional, para peserta diharapkan dapat memperluas wawasan, jejaring, serta kemampuan sebelum kembali berkontribusi bagi Indonesia.










