TVRINews, Jakarta
Pemerintah memastikan pendanaan pemusatan latihan nasional (Pelatnas) menuju Asian Games ke-20 Aichi-Nagoya 2026 akan menggunakan skema multi-years atau lintas tahun. Hal ini, diungkapkan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir.
Lebih lanjut, ia menuturkan jika kebijakan tersebut disiapkan untuk menjamin kebutuhan pembinaan atlet tetap berjalan tanpa terhambat pergantian tahun anggaran.
Tak hanya itu, ia menerangkan jika skema multi-years memungkinkan anggaran tahun berjalan yang masih tersisa digunakan pada tahun berikutnya. Sementara apabila kebutuhan pelatnas meningkat, pemerintah siap menambah alokasi anggaran.
“Yang terpenting dari anggaran kami itu kan tahun ini ada, tahun depan ada. Ini bisa lintas tahun. Yang tahun depan misalnya dengan efisiensi masih tersisa, bisa lintas tahun. Kalau kurang, Bapak Presiden mau nambahin,” ujar Erick pada Rabu, 9 September 2026.
Menurutnya, mekanisme tersebut tetap mengedepankan tata kelola yang transparan agar seluruh penggunaan anggaran dapat dipertanggungjawabkan dan terhindar dari praktik korupsi.
“Yang penting mekanisme ini harus transparan dan juga tidak ada indikasi hal-hal yang menjadi kasus korupsi di kemudian hari. Kita harus lindungi atlet kita,” katanya.
Selain skema pendanaan, Erick juga menegaskan pemerintah telah menetapkan bonus sebesar Rp3 miliar bagi atlet peraih medali emas nomor perorangan di Asian Games 2026.
Sementara itu, besaran bonus untuk nomor beregu, ganda, maupun peraih medali perak dan perunggu masih dalam tahap perhitungan karena memiliki formula yang berbeda.
“Tiga miliar itu untuk perorangan. Nanti ada lagi yang beregu, ada yang dobel, itu nanti ada hitungannya. Termasuk perak dan perunggu nanti kita lihat,” ucapnya.
Ia menambahkan, berbeda dengan SEA Games, indikator utama keberhasilan Indonesia pada ajang Asian Games adalah jumlah medali emas yang berhasil dikumpulkan.
Terkait banjir yang sempat melanda wilayah Aichi-Nagoya, Erick mengatakan Chief de Mission (CdM) Indonesia telah melaporkan bahwa pemerintah setempat menghentikan sementara seluruh aktivitas untuk memastikan keselamatan atlet dan peserta. Namun, penghentian aktivitas tersebut tidak berarti Asian Games dibatalkan.
“Pemerintah Aichi-Nagoya hari ini menyetop seluruh kegiatan untuk memastikan keamanan para atlet yang hadir. Tetapi bukan berarti Asian Games-nya berhenti,” jelas Erick.










