TVRINews, Jakarta
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, mendorong para kreator Indonesia untuk tidak berhenti pada menghasilkan karya, tetapi mampu mengembangkan kreativitas menjadi aset yang memiliki nilai ekonomi. Hal tersebut disampaikan Irene saat menghadiri IdeaFriends After Hours: Creative Economy.

"Para kreator membutuhkan akses terhadap teknologi, kesempatan untuk belajar, komunitas untuk berkolaborasi, dan kesempatan untuk menjadikan kreativitas mereka sebagai sumber penghidupan dan karier. Karena itu, kolaborasi seperti ini menjadi sangat penting," kata Irene dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Minggu, 16 Agustus 2026.
Menurutnya, penguatan ekosistem kreatif juga harus menjangkau talenta di berbagai daerah. Kreator di Jakarta maupun daerah perlu mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar, berkarya, berkolaborasi, memperkenalkan karya, serta menjangkau audiens yang lebih luas.
Irene memperkenalkan semangat "create, connect, and earn" dalam membangun ekosistem kreatif. Create berarti membuka akses dan kesempatan bagi kreator untuk berkarya.
Connect menghubungkan kreator dengan teknologi, pemerintah, industri, dan komunitas. Sementara earn memastikan kreativitas yang dihasilkan dapat memberikan nilai ekonomi dan menjadi sumber penghasilan.
Kemudian, ia juga menekankan pentingnya membina talenta dan Kekayaan Intelektual (KI) sejak dini. Karya kreatif, kata Irene, tidak cukup hanya dilindungi, tetapi juga perlu dikembangkan menjadi aset bernilai ekonomi melalui model bisnis, lisensi, kolaborasi, maupun berbagai bentuk komersialisasi.
Dengan 21 subsektor ekonomi kreatif yang dimiliki Indonesia, Irene menilai peluang untuk mengembangkan karya dan KI menjadi sumber nilai ekonomi semakin terbuka.
Melalui kolaborasi lintas sektor seperti IdeaFriends, pemerintah berharap semakin banyak kreator Indonesia memperoleh akses terhadap teknologi, pengalaman, jejaring, dan peluang untuk mengembangkan karya menjadi sumber nilai ekonomi sekaligus memperkenalkan kekayaan kreatif Indonesia ke tingkat yang lebih luas.









