TVRINews, Jakarta
Direktur Utama Pengganti Antarwaktu (Dirut PAW) LPP TVRI, Tubagus Fiki Chikara Satari mengatakan jika video aransemen baru lagu ‘Hari Kemerdekaan’ akan diperluas penayangannya melalui jaringan TVRI. Di mana, karya tersebut nantinya ditayangkan di 34 stasiun TVRI di seluruh Indonesia serta melalui TVRI World yang menjangkau sekitar 30 negara.

“Insya Allah Pak Menteri (aransemen baru lagu ‘Hari Kemerdekaan’) ini ditayangkan bukan hanya nasional tapi di 34 stasiun daerah dan juga TVRI World Pak, di 30 negara,” ucapnya di TVRI pada Minggu, 16 Agustus 2026.
Selain kerja sama dalam penyiaran musik nasional, Fiki mengungkapkan adanya pembahasan mengenai rencana pendirian museum televisi di lingkungan TVRI.
Gagasan tersebut muncul setelah dirinya berdiskusi dengan Fadli mengenai inisiatif museum film yang tengah dikembangkan Kementerian Kebudayaan. Menurut Fiki, TVRI memiliki banyak arsip, konten, dan artefak yang memiliki nilai sejarah perjalanan Indonesia.
“TVRI ini mengawal fase republik ya, dari mulai mungkin dari setengahnya lah, banyak sekali yang sayang untuk bisa kita sampaikan ke publik,” kata Fiki.

Ia berharap koleksi dan perjalanan sejarah TVRI dapat terdokumentasi dan diperkenalkan kepada masyarakat melalui museum tersebut.
“Insya Allah kita akan segera melangkah untuk menuju museum televisi di kantor TVRI,” ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon meresmikan peluncuran video aransemen baru lagu ‘Hari Kemerdekaan’ pada Minggu, 16 Agustus 2026 hari ini. Aransemen ulang tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengenalkan kembali lagu-lagu nasional dan perjuangan kepada generasi muda.
Lebih lanjut, ia menuturkan jika gagasan aransemen lagu tersebut bertujuan untuk mendorong agar lagu-lagu nasional dan perjuangan kembali diperkenalkan secara luas kepada generasi muda. Selain itu, ia mengatakan jika musik kebangsaan perlu dikemas agar semakin relevan, diminati, dan dekat dengan generasi milenial maupun Gen Z.

“Waktu itu memang saya inisiasi perlunya satu aransemen ulang terhadap lagu-lagu kebangsaan kita, lagu-lagu nasional kita, supaya menjadi semakin relevan dengan generasi muda, khususnya dengan Gen Milenial, Gen Z,” ujar Fadli di TVRI pada Minggu, 16 Agustus 2026.
Program tersebut diawali dengan lagu “Hari Merdeka” ciptaan Husein Mutahar atau H. Mutahar. Menurut Fadli, pemilihan lagu tersebut juga memiliki keterkaitan dengan momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Fadli menjelaskan, lagu “Hari Merdeka” diciptakan pada 1946, ketika Indonesia tengah menghadapi upaya penjajah kolonial untuk kembali menguasai Indonesia setelah proklamasi kemerdekaan. Karena itu, menurutnya, pesan perjuangan dalam lagu tersebut masih relevan untuk dihidupkan kembali.
Dalam penggarapan aransemen baru, Kementerian Kebudayaan menggandeng maestro musik Erwin Gutawa. Konsep yang diusung melibatkan penyanyi dari berbagai generasi untuk menunjukkan bahwa lagu perjuangan dapat diterima lintas zaman.
Sejumlah penyanyi yang terlibat antara lain Titi Hamzah, Harvey Malaiholo, Ahmad Albar, Rita Butarbutar, Ruth Sahanaya, Vina Panduwinata, hingga penyanyi generasi muda seperti Novia Bachmid dan Sabrina.









