TVRINews - Bhopal, India
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, melaksanakan pertemuan bilateral dengan Menteri Olahraga, Seni, dan Kebudayaan Afrika Selatan, Gayton McKenzie. Pertemuan strategis ini berlangsung di sela-sela penyelenggaraan XI BRICS Culture Ministers’ Meeting di Bhopal, Madhya Pradesh, India.
Agenda utama pertemuan tersebut difokuskan pada penguatan kerja sama kebudayaan antara Indonesia dan Afrika Selatan, dengan penekanan khusus pada pelestarian warisan sejarah Sheikh Yusuf Al-Makassari serta peningkatan hubungan antarmasyarakat (people-to-people contacts).
Fadli Zon menegaskan bahwa hubungan bilateral Indonesia dan Afrika Selatan tidak hanya terjalin secara diplomatik, melainkan telah berakar kuat melalui sejarah bersama yang terajut selama berabad-abad, di mana kebudayaan dipandang sebagai jembatan penting yang menyatukan kedua bangsa.
"Indonesia sangat menghargai persahabatan yang erat dengan Afrika Selatan. Kita adalah dua negara yang memiliki komitmen terhadap keadilan dan keberagaman, serta meyakini bahwa kebudayaan dapat menjadi jembatan yang menghubungkan masyarakat kedua negara," ujar Fadli Zon dalam keterangan yang diterima tvrinews.com, Sabtu, 8 Agustus 2026.
Peringatan 400 Tahun Sheikh Yusuf Al-Makassari dan Pendirian Cultural House
Momentum penting yang menjadi sorotan dalam pertemuan ini adalah peringatan 400 tahun kelahiran Sheikh Yusuf Al-Makassari pada tahun 2026. Kedua belah pihak sepakat menjadikan momentum ini untuk mempererat kolaborasi melalui program peringatan bersama, riset akademik, pelestarian warisan budaya, kolaborasi permuseuman, serta pertukaran pendidikan.

(Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, bersama Menteri Olahraga, Seni, dan Kebudayaan Afrika Selatan, Gayton McKenzie. (Foto: TVRINews/HO-Kemenbud))
Indonesia juga menyampaikan apresiasi mendalam terhadap eksistensi komunitas Cape Malay di Afrika Selatan yang memiliki akar sejarah kuat dari Nusantara. Sebagai wujud konkret penguatan diplomasi budaya, Indonesia tengah mempersiapkan pendirian Sheikh Yusuf Indonesian Cultural House di Cape Town.
"Kami melihat Sheikh Yusuf Indonesian Cultural House bukan sekadar sebuah bangunan kebudayaan. Ini dapat menjadi pusat diplomasi budaya, ruang pendidikan dan riset, tempat berkumpul masyarakat, sekaligus simbol persahabatan Indonesia dan Afrika Selatan yang akan bertahan untuk generasi mendatang," ujar Fadli Zon.
Pembaruan Nota Kesepahaman (MoU) Kebudayaan
Sebagai langkah tindak lanjut, kedua negara sepakat untuk mendorong pembaruan Nota Kesepahaman Kerja Sama Kebudayaan tahun 2008 agar selaras dengan dinamika saat ini, yang mencakup bidang:
* Pelindungan warisan budaya, museum, dan arsip
* Pengembangan industri kreatif dan perfilman
* Pendidikan kebudayaan
* Pertukaran seniman dan pemuda
Menteri Gayton McKenzie menyambut baik dan menyatakan dukungannya penuh terhadap rangkaian peringatan 400 tahun Sheikh Yusuf, penguatan hubungan melalui komunitas Cape Malay, serta inisiatif pendirian Sheikh Yusuf Indonesian Cultural House di Cape Town.









