TVRINews, Jakarta
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, menyebut sektor ekonomi kreatif berkontribusi sekitar 7,38 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Selain itu, sektor ini juga menciptakan lapangan kerja bagi 27,4 juta orang.
Riefky mengatakan, ekonomi kreatif menjadi salah satu penggerak perekonomian nasional. Di tingkat global, berdasarkan data United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), ekspor barang dan jasa kreatif dunia mencapai sekitar 1,7 triliun dolar AS pada 2024.
"Di Indonesia sendiri, sektor ini menyumbang sekitar 7,38 persen dari PDB dan menciptakan lapangan kerja bagi 27,4 juta orang. Sektor ini adalah salah satu penggerak ekonomi kita," ujar Riefky dalam sesi pleno WCCE 2026 di Grand Ballroom Kempinski, Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026.
Kemudian ia menjelaskan, WCCE 2026 mengusung tema Inclusively Creative, Collective Continuity. Tema tersebut menekankan pentingnya kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, kreator, pelaku bisnis, akademisi, komunitas, hingga media, dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif.
Menurut Riefky, keberlanjutan juga menjadi aspek penting karena kreativitas terus berkembang, baik dari satu kota ke kota lain maupun dalam menghadapi berbagai tantangan dan proses pemulihan.
WCCE 2026 mempertemukan delegasi dari lebih dari 80 negara, tujuh organisasi internasional, serta 38 kepala delegasi yang terdiri atas menteri dan perwakilan tingkat tinggi. Konferensi ini juga menghadirkan 182 pembicara dan moderator dengan lebih dari 6.000 partisipan.
Dalam penyelenggaraan tahun ini, terdapat empat isu utama yang menjadi fokus pembahasan, yakni teknologi, kecerdasan buatan (AI), dan transformasi digital; keberlanjutan, sirkularitas, dan desain regeneratif; kekayaan intelektual dan hak kreatif; serta inklusi, ekosistem kreatif, dan pemberdayaan komunitas.
"Keempat pilar ini akan membentuk tulang punggung Jakarta Vision on Creative Economy, yang akan kita deklarasikan bersama sebagai potret dari setiap orang di ruangan ini," ucapnya.
Riefky menegaskan, ekonomi kreatif tidak hanya berkaitan dengan hasil karya, tetapi juga menjadi sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan gagasan, mengekspresikan identitas, dan memperkuat peran komunitas dalam pembangunan.
Melalui WCCE 2026, Indonesia terus mendorong agar ekonomi kreatif memperoleh peran yang lebih kuat dalam pengambilan keputusan global serta mendukung pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.










